10 Personel Polres dan 45 Tahanan Bakal Jalani Rapid Test

Perlengkapan rapid test. (foto: forbes)

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bergerak cepat dalam melakukan upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus korona di Kota Bukittinggi.

Salah satunya pelacakan atau tracing terhadap orang yang pernah menjalin kontak dengan suami dari seorang pasien positif Covid-19 yang meninggal dalam kondisi hamil delapan bulan, Rabu (8/4) lalu di RSUP M Djamil Padang.

Suami pasien tersebut ditangkap petugas Polres Bukittinggi dalam kasus narkoba. Petugas dari Satuan Narkoba yang melakukan penangkapan dan personel polres lainnya kini menjalani isolasi mandiri di rumah.

Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan cepat (rapid test), dan sebagian lagi tes swab hidung dan tenggorokan. Tahanan yang satu sel atau menjalin kontak dengan suami pasien asal Bukittinggi tersebut juga akan menjalani rapid test.

“Sejak Rabu (8/4), seluruh anggota Satuan Narkoba sudah diperintahkan kapolres untuk karantina mandiri di rumah masing-masing. Tidak datang ke kantor dan tidak pula melakukan interaksi dengan orang di sekelilingnya,” sebut Wakapolres Bukittinggi, Kompol Sumintak, Jumat (10/4) sore.

Sumintak menyebutkan, rapid test akan dilakukan terhadap 10 personel, dan tes swab 6 personel lainnya pada Sabtu (11/4).

“Rencananya malam ini (10/4), seluruh anggota Satuan Narkoba Polres Bukittinggi akan dipanggil guna menanyakan sudah berinteraksi dengan siapa saja setelah menangkap tahanan tersebut. Yang jelas keluarganya juga akan dilakukan rapid test besok,” tukasnya.

Selain itu, lanjut Sumintak, para tahanan yang satu sel dengan tersangka yang berjumlah 45 orang juga akan dilakukan rapid test bersamaan dengan pengecekan anggota Satuan Narkoba, Sabtu (11/4). Pemeriksaan dilakukan petuhas kesehatan dari Dinas Kesehatan Bukittinggi. (stg)