Masyarakat Tangah Jua Cekal Paham Radikalisme Masuk Masjid

Pengurus dan Jamaah Masjid Tangah Jua, Kota Bukittinggi mendeklarasikan penolakan terhadap paham radikalisme.

Mencegah paham radikalisme masuk melalui masjid-masjid, pengurus Masjid Tangah Jua, Aur Kuning, Kota Bukittinggi melakukan seleksi ketika mendatangkan ulama dan ustad yang akan memberikan ceramah, dan pengajian agama kepada jamaah.

“Gerakan radikalisme merupakan musuh bersama sebab mengancam kehidupan berbangsa bernegara. Peran masyarakat dibutuhkan untuk mencegah gerakan tersebut masuk ke tengah-tengah masyarakat Sumbar,” ujar Sekretaris Pengurus Masjid Tangah Jua Kota Bukittinggi, Asril MPd kepada Padek.Co, Kamis (11/6/2020).

Asril mengungkapkan, jamaah masjid menyatakan dukungan terhadap pemerintah dan Polri dalam upaya memberantas gerakan radikalisme.

“Jadi di masjid ini kita yang mendatangkan ulama dan ustad. Ulama dan Ustad yang kita datangkan, yang dapat diterima oleh jamaah dengan ceramah dan pengajian yang menyejukkan,” jelas Asril.

Asril juga mengungkapkan, pengurus mesjid dan jamaah kompak menolak  ceramah yang membawa nilai-nilai thogut, yakni setiap sesuatu yang melampaui batas, dan sesuatu yang disembah dari selain Allah SWT. Jamaah mendukung langkah-langkah kita sebagai pengurus,” terangnya.

Dengan langkah pencegahan terhadap radikalisme yang dilakukan pengurus ini, ternyata mendapat apresiasi dari Polda Sumbar. Kepedulian pihak Polda Sumbar diwujudkan dengan ikut membantu pembangunan masjid.

“Bulan puasa ramadan lalu, Polda Sumbar membantu 100 sak semen. Dalam upaya pencegahan virus corona, Polda Sumbar juga memberikan bantuan tiga kotak masker dan penyemprotan disinfektan. Kita ucapkan terimakasih kepada pihak Polda Sumbar,” ungkap Asril.

Pengurus masjid juga mendukung perjuangan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Kita menerapkan protokol kesehatan dan meminta jamaah mengikuti anjuran pemerintah menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” ungkap Asril. (hsn)