Dua Pelaku Pungli Diamankan Polisi, Modus Jual Stiker Bendera

ilustrasi. (net)

Dua orang pelaku pungutan liar (pungli) di kawasan Pasar Aurkuniang, Kota Bukittinggi, ditangkap aparat kepolisian setempat. Keduanya melakukan pungli terhadap pengendara mobil di pintu keluar terminal Simpangaur dengan modus menjual stiker bendera.

Dua pria itu yakni, IR, 24, warga Tambuo Bukittinggi dan HS, 29, warga Birugo. Mereka kena batunya di aksi terakhir, karena calon korbannya adalah mobil yang dikendarai Kapolsek Bukittinggi yang sengaja turun bersama tim untuk penyelidikan.

Kapolsek Bukittinggi, AKP Dedy Adriansyah menyebut, pengamanan dua pelaku pungli di kawasan Pasar Aur itu dilakukan setelah pihaknya menerima laporan keluhan dari masyarakat. Mereka pun digiring ke Mapolsek Bukittinggi Minggu (9/8) sore, sekitar pukul 16.00.

”Mereka ini memeras warga di pintu keluar terminal Simpang Aur dengan modus menjual stiker bendera. Mobil-mobil yang lewat di sana, dipasangi stiker tanpa izin kemudian dimintai uang Rp 3 ribu,” kata AKP Dedy, Senin (10/8).

Dua pemuda pemalak yang meresahkan masyarakat itu, lanjut Kapolsek, tak berkutik saat diamankan. Pasalnya, justru dia sendiri calon korban pelaku ketika mencoba melakukan penyelidikan menggunakan mobil pribadi.

Saat itu, usai mendapat informasi keluhan dari masyarakat, dirinya bersama tim langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengunakan mobil minibus pribadi untuk membuktikan hal tersebut.

Baca Juga:  Pabrik Pembuatan Tahu Terbakar

Seketika mobilnya melewati pintu keluar terminal, para pelaku langsung menempeli dengan stiker merah putih. Usai ditempel mereka pun lantas mengetuk pintu mobil dan meminta uang pada Kapolsek. Mendapati hal itu, tim opsnal langsung meringkus dua pemuda tersebut di tempat itu. ”Apesnya, ternyata yang mau diperas itu mobil kita,” tuturnya.

Hasil interogasi di lapangan, kedua pelaku mengaku, aksi yang dijalankan mereka berdua baru satu hari itu dilakukan dengan sistem setoran. Polisi, katanya juga sedang memburu orang yang memberikan orderan stiker pada mereka.

Saat ini, kedua pemuda itu sedang menjalani pemeriksaan petugas di Mapolsek. Dari tangan mereka, tim opsnal berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp 177 ribu, hasil penjualan stiker.

”Untuk dua orang ini akan dilakukan pemeriksaan dan kita akan terus mencari pelaku yang menyediakan bendera tersebut. Kita akan lakukan pemeriksaan serta mencari pelaku yang lain. Apapun alasannya, hal ini adalah pungutan liar dan tidak diizinkan,” tegas Kapolsek. (p)