Dibegal OTK, Uang dan Emas Juragan Kelontong Dibawa Kabur

105

Aksi begal kembali terjadi di Kota Bukittinggi, Rabu (12/05/2021) dini hari. Pelaku yang diduga berjumlah tiga orang berboncengan menggunakan sepeda motor mengincar seorang ibu dan anak yang baru saja pulang usai menutup tokonya.

Kedua korban ditabrak hingga terjatuh, lalu uang dan perhiasan emasnya dirampas oleh kawanan pelaku yang menodongkan senjata api.

Korban diketahui bernama Hajah Harbetti, 66, seorang juragan kelontong yang dikenal di kawasan Pasar Banto. Setelah menutup toko P&D miliknya, Hajah Bet pulang bersama anaknya Budi Nuzirman, 40,sekitar pukul 23.45.

“Benar, korban bersama anaknya ditabrak dan mengalami pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh tiga orang tersangka yang saat ini tengah kami buru,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bukittinggi, AKP Allan Budi Kusumah.

AKP Allan menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, kedua korban pulang mengendarai sepeda motor jenis Vario warna abu-abu menuju Kampuang Pulasan, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.

“Di tengah perjalanan pulang, tepatnya di Jalan Merapi, kedua korban dipepet oleh tiga orang pelaku yang memakai satu kendaraan sepeda motor,” kata dia.

Kemudian terjadi tarik menarik tas korban yang mengakibatkan kedua korban terjatuh dari kendaraan beserta ketiga perampok ikut jatuh.

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi dan Fadly Amran Serahkan Santunan JKM

“Setelah korban terjatuh, tiga orang pelaku langsung melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara memukul korban dan dua orang dari pelaku menodongkan yang diduga senjata api ke arah korban,” terang Allan.

Pelaku berhasil mengambil uang milik korban dari hasil berdagang sekitar Rp 200 juta serta barang-barang korban berupa perhiasan emas.

Setelah pelaku berhasil melaksanakan aksinya, mereka melarikan diri ke arah Pintu Kabun Kota Bukittinggi.

“Pada saat pelaku melarikan diri, mereka sempat dikejar oleh masyarakat di tempat kejadian namun ketiganya berhasil melarikan diri,” kata Allan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini sekaligus memburu ketiga pelaku begal tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Humas Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Kota Bukittinggi, Murshalman Chaniago menyebut kedua korban telah menjalani perawatan di IGD.

“Buk Harbetti mengalami luka di kepala dan butuh jahitan, petugas di IGD sudah melakukan tindakan terhadap korban. Ia kini dirawat di Ruang Cindua Mato. Sementara anaknya mengalami cedera di bagian tangan, namun tidak dirawat inap,” singkat Murshalman yang akrab disapa Pak Cha itu. (ryp)