Dua Pelaku Begal di Bukittinggi Diringkus

Ilustrasi begal motor bersenpi (Dok JawaPos.com)

Setelah dua bulan lebih melakukan penyelidikan, polisi berhasil membekuk dua pelaku begal terhadap seorang nenek penjual pisang di Kota Bukittinggi. Mereka yang sudah diringkus itu berinisial IB, 20 tahun dan JP, 34 tahun.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution menyebut, dua pelaku dari tiga terduga berhasil diamankan Satreskrim Polres Bukittinggi di lokasi terpisah. Salah seorang di antaranya bahkan buron kasus penganiayaan di wilayah hukum setempat.

“Keduanya berhasil kita ringkus dua hari lalu. Tersangka IB ditangkap di Kota Payakumbuh saat berusaha kabur menuju Kota Pekanbaru. Kebetulan pelaku ini juga berstatus DPO atas kasus pengeroyokan atau pasal 170 KUHP yang terjadi April 2020 lalu di Bukittinggi,” sebut AKP Chairul Amri Nasution, kemarin.

Adapun pelaku berinisial JP, ditangkap di rumah kontrakannya di Ampanggadang, Kecamatan Ampekangkek, Kabupaten Agam. Bersama JP, polisi mengamankan sebuah sepeda motor bernomor polisi BA 5175 LZ yang dipakai pelaku untuk membegal korban.

Informasi berdasarkan laporan pengaduan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Kota Bukittinggi bernomor LP/25/II/2020, Sek-Kota, tertanggal 27 Februari 2020 telah terjadi kasus pencurian dengan kekerasan (Curas).

Korban adalah Nur Henim (56) biasa dipanggil Yen, warga yang mengontrak di RT 4/RW 1 Kelurahan Campagoipuah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Ia menderita luka di bagian kepala sebelah kiri, pipi dan mulutnya bengkak dipukul pelaku.

Saat itu korban yang tak lain adalah seorang nenek itu berangkat dari rumahnya menuju Pasar Bawah Kota Bukittinggi untuk berjualan pisang. Sekitar 300 meter dari rumah, persisnya di dekat Masjid Baitul Jalal, korban dibegal oleh pelaku yang diperkirakan berjumlah tiga orang.

“Korban saat itu dipukul menggunakan batubata, sehingga mengalami pendarahan hebat di bagian kepala. Korban sempat dilarikan ke IGD RSAM Bukittinggi lalu dirujuk ke RSUP M Djamil Padang,” jelas Chairul.

Kala itu, pelaku berhasil merampas tas korban yang berisikan uang tunai, perhiasan emas dan telepon genggam. Total kerugian ditaksir belasan juta rupiah.

Kini dua tersangka yang telah tertangkap itu beserta barang buktinya diamankan di Polres Bukittinggi untuk pengembangan dan proses lebih lanjut. Para pelaku terancam Pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara 12 tahun. “Jumlah pelakunya tiga orang. Satu pelaku tersisa sedang diburu oleh Tim Gabungan Polres dan Polsek Kota Bukittinggi,” pungkasnya. (p)