Warga Positif Korona di Bukittinggi jadi 12 Orang

Anggota tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GT2P) Bukittinggi melakukan penjemputan terhadap mahasiswi yang baru pulang dari daerah pandemi Jakarta untuk menjalani isolasi di RSAM Bukittinggi, Jumat (8/5) dini hari. (IST)

Jumlah warga Kota Bukittinggi yang positif terpapar virus korona (Covid-19) kini mencapai 12 orang. Data tersebut terhitung Selasa (12/5) dengan tambahan dua pasien baru dari kelurahan Campagoipuah.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel swab Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand, Senin malam, diketahui ada dua kasus baru warga Bukittinggi yang positif Covid-19 hari ini (kemarin, red). Mereka sepasang suami istri,” kata Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias kepada wartawan, kemarin.

Dijelaskan, pasien baru yang terkonfirmasi positif terinfeksi itu, suaminya bekerja pada Satpol PP Damkar Kabupaten Agam, sedangkan sang istri tinggal di rumahnya di kawasan Cimpagoipuah. Keduanya saat ini sedang menjalani masa isolasi di RSAM, Bukittinggi.

Mereka, kata Ramlan, sejatinya sudah masuk dirawat sejak 6 Mei lalu, karena menunjukkan gejala klinis. Klaster tertularnya pasangan itu oleh virus korona belum diketahui. Konon kabarnya, mereka punya riwayat bepergian ke Pekanbaru.

“Namun begitu, belum ada laporan resmi terkait perjalanan mereka. Termasuk dari klaster mana penularannya. Nanti kami telusuri melalui tim kesehatan yang melakukan tracking,” tuturnya.

Menyusul hasil uji swab mereka positif Covid-19, pihaknya bergerak cepat men-tracking kembali riwayat kontak dua pasien tersebut. Untuk keluarga dekat pasien di rumah, sebutnya, sudah dikontak dan besok pagi (hari ini, red) dijadwalkan pengambilan sempel swabnya.

“Termasuk siapa saja yang menjalin kontak dengan pasien juga akan diperiksa. Hari ini (kemarin, red) seluruh kawasan tempat tinggal mereka disterilisasi dengan menyemprotkan disinfektan,” papar Ramlan.

Pihaknya menekankan kembali agar masyarakat lebih mengikuti protokol pencegahan wabah tersebut. Menahan diri di rumah atau tidak keluar, kecuali mendesak, memakai masker, membiasakan sering cuci tangan, jaga jarak dan anjuran pencegahan lainnya.

Jika masyarakat lebih waspada sambungnya, maka perkembangan wabah tersebut secepatnya dapat diredam. Menurutnya, banyak beranggapan keliru bahwa mereka yang terpapar Covid-19 meninggal, padahal bisa disembuhkan.

“Namanya ini virus, maka bisa dicegah dan diobati. Buktinya kasus positif Covid-19 di Bukittinggi banyak yang sembuh. Saat ini warga Bukittinggi yang tercatat positif Covid-19 sebanyak 12 orang. Catatannya, lima pasien sudah dinyatakan sembuh, enam masih dalam isolasi dan satu meninggal,” ujarnya. (p)