Zona Reptil dan Kandang Harimau Diresmikan

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias meresmikan dua zona baru habitat satwa hasil revitalisasi TMSBK tahap II, Rabu (12/1). (IST)

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias meresmikan dua zona baru habitat satwa hasil revitalisasi TMSBK tahap II, Rabu (12/1). Dua zona itu yakni, zona reptil dan kadang harimau.

”Dua zona ini muncul dengan desain baru. Perpaduan alamiah dengan sentuhan inovasi lebih modern. Keberadaannya otomatis menambah khazanah pariwisata Bukittinggi, khususnya di TMSBK,” kata Ramlan.

Dijelaskannya, zona reptil merupakan rumah baru bagi buaya, ular dan satwa reptil lainnya. Zona ini merupakan salah satu hasil revitalisasi TMSBK tahap II bersamaan dengan kandang harimau. Pekerjaan dimulai sejak April 2020 dengan anggaran sebesar Rp 13 miliar lebih dari APBD Kota Bukittinggi.

Habitat baru satwa untuk dua zona tersebut dibuat lebih modern. Masing-masing kandang reptil dan karnivora sekarang ini dipasang pembatas berupa kaca tebal dan bukan lagi kandang terali besi.

”Dalam zona reptil terdapat 23 buah ruang dari kaca yang ditata sedemikian rupa sesuai dengan habitat satwa reptil itu sendiri. Sedangkan kandang harimau pengunjung bisa melihat secara dekat satwa Sumatera itu sekaligus berselfie dari dekat yang diberi pembatas kaca berlapis sehingga pengunjung tidak perlu cemas diterkam,” jelasnya.

Baca Juga:  Dampak dari Covid-19, PMI Kekurangan Stok Darah

Zona reptil dan kandang harimau sendiri didesain saling melengkapi dengan zona aviari yang sudah diselesaikan pada revitalisasi tahap I. Sebagaimana zona aviari yang mencuri perhatian, dua zona baru ini pun juga diharapkan mampu menjadi magnet baru pariwisata Kota Bukittinggi, khususnya kebun binatang.

”Dengan adanya zona reptil dan kandang harimau yang baru diharapkan bisa meningkatkan kunjungan yang datang dan PAD Bukittinggi. Karena PAD terbesar di Bukittinggi berasal dari pariwisata yang rata-rata dalam setahun hampir mencapai Rp 20 M,” ungkapnya.

Ditambahkan, TMSBK Bukittinggi merupakan kebun binatang tertua di Indonesia dan selayaknya butuh pembenahan mulai dari kandang satwa hingga kenyamanan pengunjung. Pembenahan kandang satwa di TMSBK menjadi program dari sektor pariwisata agar jadi lebih menarik.

“Perlu inovasi agar pengunjung tidak bosan, sekaligus bisa menjadi edukasi bagi pengunjung. Yang utama dalam pembenahan kebun binatang adalah mensejahterakan binatang,” jelasnya.

Ia mengingatkan, saat berwisata ke Bukittinggi pengunjung tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Baik sekarang, besok atau lusa hingga pandemi benar-benar dipastikan berakhir. (p/stg)