Pemko Data Penerima Bantuan Tahap II, Warga Terdampak Pandemi Korona

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias (foto: IG)

Pemerintah Kota Bukittinggi mengklaim telah menyalurkan bantuan tahap pertama kepada masyarakat yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Jumlahnya sebanyak 19.583 jiwa.

Saat ini sedang didata penerima bantuan tahap kedua untuk masyarakat dan pekerja yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Untuk bantuan tahap kedua, kami sedang mendata masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat Covid-19. Seperti pedagang kaki lima (PKL), buruh, sopir, serta tenaga kerja yang dirumahkan dan PHK,” kata Wali kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Senin (13/4).

Tim yang melakukan pendataan, katanya terdiri dari Babinsa, Babinkamtibmas, RT, RW, LPM, dan lurah. “Yang kami bantu untuk tahap kedua ini adalah masyarakat terdampak yang punya KTP, KK dan berdomisili di Bukittinggi,” imbuhnya.

Menurutnya, bantuan tersebut berasal dari anggaran pemko. Setiap orang diberikan bantuan beras seberat 9 kilogram, tiga kaleng ikan dalam kemasan ukuran besar, 0,5 kg minyak goreng dan 10 butir telur.

“Bagi yang telah menerima bantuan tahap pertama, tidak menerima lagi bantuan sembako tahap kedua,” tegasnya.

Sementara untuk bantuan yang dijanjikan Pemprov Sumbar sebesar Rp 200 ribu per orang, Ramlan berharap tidak dalam bentuk uang tunai. Namun, kami akan dialihkan dalam bentuk paket sembako.

“Kami akan alihkan dalam bentuk sembako karena yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kebutuhan untuk makan. Nanti jika dibagikan dalam bentuk uang, bisa-bisa uang itu digunakan untuk beli rokok, pulsa dan lainnya di luar kebutuhan pokok,” jelas wali kota dari independen ini.

Jumlah penerima bantuan tersebut, kata Ramlan masih didata. “Masih didata bersamaan dengan pendataaan bantuan tahap kedua untuk masyarakat terdampak secara ekonomi akibat Covid-19. Sedangkan bantuan Kemensos yang dijanjikan sebesar Rp 600 ribu, belum turun,” bebernya.(esg)