Nongkrong di Cafe, Belasan Pemuda Bukittinggi Digiring

Jajaran Polres Bukittinggi bersama Kodim 0304/Agam menjaring dan mengamankan 16 orang pemuda yang kedapatan berkumpul dan digiring ke Mapolres setempat, Selasa (12/5) malam. Mereka dinilai melanggar kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II terkait kerumunan warga saat wabah Covid-19.

Belasan pemuda tersebut diangkut dari sebuah cafe di Kelurahan Birugo Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh. Pihak pengelola cafe itu ternyata masih buka dan menyediakan tempat duduk bagi mereka berkumpul saat PSBB tahap dua ini.

Penertiban sekelompok anak muda itu dipimpin langsung Wakapolres Bukittinggi, Kompol Sumintak. Bersama tim gabungan mereka dibawa ke Mapolres untuk diberi arahan dan diminta mengisi surat pernyataan.

“Kali ini kami berikan sanksi masih berupa teguran. Sebanyak 16 orang tersebut setiba di Makopolres kita berikan arahan, mereka diminta membuat surat pernyataan tertulis dan diketahui orangtua masing-masing,” kata Kompol Sumintak.

Setelahnya, seluruh pemuda itu diperbolehkan pulang dengan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan melanggar aturan PSBB. Seperti, kewajiban menggunakan masker dan larangan berkumpul atau berkerumun.

Meski belum menerapkan sanksi yang tegas, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat mematuhi aturan penerapan PSBB ini. Dikatakan, kepatuhan masyarakat terhadap aturan akan menentukan keberhasilan dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

Atas dasar itu kemudian pihaknya, melakukan upaya penertiban warga masyarakat yang tidak mematuhi aturan penerapan PSBB, khususnya di Kota Bukittinggi dan Agam Timur.

“Polres Bukittinggi bersama Kodim 0304/Agam rutin melaksanakan patroli menyasar lokasi yang dijadikan tempat berkumpulnya warga masyarakat seperti warung atau cafe untuk nongkrong. Ke depan agar tidak ada lagi,” tutupnya. (p)