Lagi, 51 Warga Bukittinggi Digiring ke Makopolres

Ruang Isolasi di RSAM Bukittinggi.

Setelah mengamankan 16 remaja sehari sebelumnya, Rabu malam (13/5) Polres Bukittinggi kembali menggelar razia gabungan untuk kedua kalinya. Aparat yang menyisir sejumlah tempat keramaian berhasil mengamankan sedikitnya 51 warga, kemarin.

Mereka terkena razia di Kawasan Auakuniang, Tangahsawah dan Stasiun Kota Bukittinggi. Aksi kejar-kejaran antara petugas dengan kerumunan massa mewarnai gelaran razia dalam rangka penerapan aturan PSBB Jilid II itu.

Wakapolres Bukittinggi, Kompol Sumintak menyebut, razia digelar untuk mencegah penyebaran virus Korona (Covid-19) dan penerapan aturan PSBB Tahap II di Bukittinggi. Menurutnya, masyarakat yang terjaring razia didata dan diberi arahan tentang kegiatan yang dilarang pada saat penerapan aturan pembatasan gerak sosial di masa pendemi saat ini.

“Semalam, kembali ada 51 warga yang kedapatan melanggar aturan larangan berkerumun yang digiring ke Makopolres Bukittinggi. Setelah kami beri arahan selanjutnya mereka diminta membuat surat perjanjian di atas materai, berisi pernyataan tidak akan mengulangi atau melanggar lagi aturan PSBB,” kata Kompol Sumintak saat dikonfirmasi Padang Ekspres, Kamis (14/5) malam.

Dijelaskan, pihaknya saat ini masih mengedepankan tindakan preventif dan persuasif terhadap pelaku pelanggaran aturan PSBB tersebut. Terutama, katanya, bagi warga yang baru pertama kali terjaring razia, masih diberikan teguran berupa peringatan dengan membuat surat pernyataan di atas materai yang diketahui pihak keluarga. “Setelahnya, kalau masih melanggar baru kita kenai sanksi hukum,” tegasnya.

Bagi yang membandel imbuhnya, selanjutnya bisa dikenakan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Pasal 93, UU ini mengatur, pidana penjara 1 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Total selama dua hari berturut-turut menggelar razia, tambahnya, pihaknya telah berhasil mengamankan 67 warga yang bandel dan melanggar aturan PSBB larangan berkerumun di Bukittinggi.

Sebelumnya pada Selasa (13/6) malam sebanyak 16 pelajar juga berhasil diangkut ke Makopolres setempat dari sebuah cafe di Kelurahan Birugo, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh.

Meski belum diterapkan sanksi yang tegas bagi puluhan pelanggar itu, namun pihaknya tetap mengimbau seluruh masyarakat mematuhi aturan penerapan PSBB ini. Dikatakan, kepatuhan masyarakat terhadap aturan akan menentukan keberhasilan dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

Atas dasar itu kemudian pihaknya, melakukan upaya penertiban warga masyarakat yang tidak mematuhi aturan penerapan PSBB, khususnya di Kota Bukittinggi dan Agam Timur.

“Polres Bukittinggi bersama Kodim 0304/Agam rutin melaksanakan patroli menyasar lokasi yang dijadikan tempat berkumpulnya warga masyarakat seperti warung atau cafe untuk nongkrong. Ke depan agar tidak ada lagi,” tutupnya. (p)