Sengketa Tanah, TNI Digugat

37
KOMPAK MENGGUGAT: Tokoh Adat Kurai Bukittinggi bersama warga mengantarkan Surat Gugatan ke PN Bukittinggi terkait masalah tanah yang bersengketa dengan TNI.(NET))

Ratusan masyarakat Suku Kurai Kota Bukittinggi mengiringi Tokoh Adat mereka untuk mengajukan gugatan secara resmi ke Pengadilan Negeri (PN) Bukittinggi, Kamis (14/10).

Gugatan ini dipicu adanya sengketa tanah antara warga dengan pihak TNI di kawasan Inkorba, Kelurahan Campago Guguak Bulek.

Proses pengantaran Surat Gugatan itu menjadi perhatian warga sekitar karena diawali dengan arak-arakan di sepanjang jalan menuju kantor pengadilan.

Dipimpin Tokoh Adat dengan pakaian khas Minangkabau, rombongan massa ini diiringi Bundo Kanduang dan Anak Kemenakan Kurai yang menjadi suku asli masyarakat Bukittinggi.

“Hari ini (kemarin, red) kami resmi melakukan upaya hukum sebagai hak warga negara untuk mempertahankan tanah yang dari pendahulu kami disebut Pusako Tinggi Pasukuan Pisang di Bantodarano,” kata salah seorang penggugat, Abdul Fatah Datuak Mantari Basa.

Menurutnya, langkah pengajuan gugatan ini dilakukan juga untuk menghindari kesetidakfahaman antara pihak TNI dengan warga di Campago Guguak Bulek terkait saling klaim kepemilikan tanah.

“Biarlah pengadilan yang memutuskan, kami hanya berusaha dan ikhtiar demi kebaikan bersama. Sejak dulu masalah tanah ini tidak kunjung usai, kami tidak ingin generasi setelah ini juga harus meributkan kembali permasalahan yang sama,” kata Abdul Fatah.

Ia mengatakan, masalah hukum tanah milik Pasukuan Pisang itu sebelumnya sudah diserahkan ke Nagari se-Campago Guguak Bulek yang kemudian menunjuk tim kuasa hukum penyelesaian perkara.

Baca Juga:  Nama Ustaz Abdul Somad Disebut-sebut Dalam Sidang UU ITE Bukittinggi

Sementara itu, Tokoh Adat Kurai lainnya, Taufik Datuak Nan Laweh yang ikut memimpin prosesi pengantaran Surat Gugatan mengatakan ini merupakan sejarah baru yang terjadi di Kota Bukittinggi.

“Selama ini belum pernah ada Tokoh Adat Kurai yang bersama-sama dengan Bundo Kanduang dan warga beramai-ramai mengantarkan Surat Gugatan. Ini pertama kali terjadi dan semoga proses peradilan berjalan secara adil tanpa ada tekanan ke masyarakat,” kata Taufik.

Ia berharap adanya kesatuan dari Pasukuan Kurai di Kota Bukittinggi untuk bersama mempertahankan hak tanah ulayat dan Pusako Tinggi sesuai dengan bukti dan kebenaran, di antaranya melalui proses pengadilan.

Sementara itu, Kuasa Hukum Pasukuan Pisang Datuak Mantari Basa, Haswandi mengatakan, ada tiga kelompok tergugat yang dimasukkan dalam Surat Gugatan tersebut.

“Kita menggugat di antaranya NV. Inkorba, pihak TNI dan juga warga yang kini menempati tanah tersebut. Selanjutnya, kami siap mengikuti proses pengadilan baik mediasi dan lainnya secara tertib hukum tentunya,” kata Haswandi.

Di lain pihak, Pasi Log Kodim 03/04 Agam, Kapten Czi Fakhrullah mengatakan pihaknya mempersilahkan masyarakat untuk melakukan langkah hukum sesuai aturan.

“Apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan perintah dari atasan, kami juga punya bukti yang kuat, wajar jika ada warga yang keberatan kemudian melakukan upaya hukum, tidak masalah,” kata Fakhrullah. (ryp)