Pagelaran Budaya Sadar Bencana Ditabuh di Jam Gadang

22

Pagelaran budaya sadar bencana ditabuh di Pelataran Tam Jam Gadang Kota Bukittinggi, Sabtu (15/5) malam. Kegiatan itu dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Pagelaran budaya sadar bencana ini, mengangkat tema “Alam Takambang Jadi Guru”. Di dalamnya, tersirat mitigasi bencana, melalui kearifan lokal.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, mengungkapkan, Bukittinggi memiliki luas 25 km persegi dengan tiga kecamatan di Bukittinggi juga dilewati patahan Sianok, sehingga rentan bencana gempa.

“Untuk itu, butuh edukasi terhadap masyarakat tentang mitigasi bencana. Salah satu upaya dapat dilakukan pendekatan dengan budaya lokal seperti pagelaran budaya ini. Memang masih banyak yang belum paham, jika bencana terjadi. Kami berharap, edukasi mitigasi bencana, dapat disisipkan dalam kurikulum sekolah. Sehingga para pelajar di Bukittinggi menjadi pelajar yang sadar bencana,” ujar Erman.

Wako juga berharap, BNPB dapat melakukan penelitian zona rawan bencana di Ngarai Sianok. Karena memang banyak warga yang tinggal di sekitar Ngarai Sianok.

“Kami sangat berterima kasih pada BNPB yang telah mengadakan kegiatan ini di Bukittinggi. Semoga warga Bukittinggi semakin paham dengan mitigasi bencana dan menjadi masyarakat yang sadar bencana,” ungkapnya.

Baca Juga:  Komisioner KPU Motivasi Kader Politik Perempuan!

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, mengapresiasi Kota Bukittinggi dan Provinsi Sumatra Barat, yang dinilai berhasil menjadi tuan rumah pelaksanaan pagelaran budaya sadar bencana ini.

“Selama 2022 hingga bulan Mei ini, sudah terjadi 1.491 bencana di Indonesia. Sedangkan tahun 2021 lalu, 5.000 lebih bencana terjadi di Indonesia. Bencana bisa dikurangi jika kita kuat dengan aspek pencegahannya,” ujarnya.

Sumatera Barat, lanjut Letjen TNI Suharyanto, menjadi salah satu daerah di Indonesia yang memiliki semua jenis bencana. Untuk itu, butuh edukasi terhadap masyarakat terkait mitigasi bencana.

“Semoga dengan kegiatan ini, masyarakat mendapat edukasi tentang mitigasi bencana. Warga dapat melakukan antisipasi ketika bencana terjadi,” harapnya.

Pagelaran seni budaya sadar bencana ini, dimeriahkan Sanggar Gastarana, Tari Anak Nagari, Rampak Tapuak Galambuak dan Tari Piriang Rancah Pacah.(ryp)