PMK Merebak, RPH Kota Bukittinggi Tetap Beroperasi dengan Pengawasan Ketat

21

 

Ditemukannya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Sumatera Barat, belum mempengaruhi harga daging di Kota Bukittinggi. Tidak hanya itu, Rumah Potong Hewan (RPH) di Kota Jam Gadang juga masih beroperasi seperti biasa.

Kepala Dinas Pertanian Bukittinggi Melwizardi memastikan RPH masih beroperasi seperti biasa, hanya saja dengan pengawasan yang lebih ketat.

“Tidak ada penutupan RPH Bukittinggi. Untuk pengawasan lebih kami tingkatkan. Pengawasan dan pemeriksaaan ternak dilakukan oleh tenaga medik dan paramedis veteriner yang bertugas di rumah potong,” katanya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindagkop UKM Bukittinggi, Milla Rosi Yanti menegaskan harga daging yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Bukittinggi masih mengikuti harga sepekan menjelang Idul Fitri 2022. Saat itu, bertepatan momen lebaran dan meningkatnya permintaan masyarakat, harga daging naik menjadi Rp150 ribu per kilogram.

“Harga daging di pasaran masih bertahan di Rp150 ribu perkilo. Stok daging juga masih mencukupi, kalaupun stok berkurang nanti akan dikoordinasikan dengan Bulog dan Dinas Pertanian,” sebut Milla via pesan Whatsapp, Senin (16/5).

Baca Juga:  BPJamsostek Lindungi Joki Pacuan Kuda

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Sumbar mengeluarkan Surat Edaran setelah ditetapkannya beberapa kabupaten di Jawa Timur dan Aceh Tamiang, Aceh sebagai daerah wabah PMK, oleh menteri Pertanian RI.
Surat Edaran (SE) no 559/ED/GSB 2022 tentang pengendalian dan penanggulangan terhadap ancaman masuk dan menyebarnya penyakit mulut dan kuku (food anddisease)/PMK di Sumbar.

Dalam SE yang diterbitkan pada 12 Mei 2022 tersebut, melarang jual beli ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing, dan domba) dari wilayah yang sedang terjangkit kasus PMK.

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, drh. Erinaldi, menyatakan empat ekor ternak sapi yang ada di Pasar Ternak Palangki, Sijunjung terjangkit penyakit mulut dan kuku.

“Sebelumnya kita mendapatkan informasi pada 12 Mei 2022 bahwa empat ekor sapi di pasar ternak Palangki, Sijunjung terjangkit PMK. Hasilnya laboratoriumnya tadi baru keluar yang membenarkan ternak tersebut positif PMK,” ujar Erinaldi, Jumat (13/5/2022) silam.

Saat ini empat sapi ternak tersebut diisolasi di Pasar Ternak Palangki.(ryp)