Audy Siapkan Terobosan bagi Kemajuan Pariwisata Bukittinggi

171

Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar Mahyeldi dan Audy Joinaldy disambut antusias dengan iringan talempong, gandang dan tari pasambahan ketika berkunjung ke Kota Bukittinggi, akhir pekan kemarin.

Kedatangan pasangan bakal calon yang diusung PKS dan PPP ini, memberikan harapan peningkatan perekonomian Kota Bukittinggi sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka di Indonesia.

Audy yang maju Pilkada Sumbar mendampingi Mahyeldi dengan tagline “Basamo Membangun Sumbar Madani”, menjelaskan bahwa makna madani adalah muslim yang mandiri, maju dan berdikari.

“Bukittinggi dengan segudang pesona yang dimiliki sejatinya layak disandingkan dengan destinasi wisata budaya kelas nasional, bahkan internasional. Karena itu, kita berharap ikon seperti Ngarai Sianok bisa lebih diekspose dan dikenal lebih luas lagi oleh wisatawan domestik dan mancanegara,” ungkap Audy.

Menurut pengusaha muda yang dekat dengan kalangan milenial itu, Bukittinggi sebagai kampungnya founding father Republik Indonesia Mohammad Hatta, layak dibangun Museum Nasional. Apalagi sudah ada ikon jam gadang yang telah mendunia.

“Bila perlu nantinya museum itu dilengkapi amphitheater yang bisa menghadirkan pertunjukan budaya. Ini menambah daya tarik dan kunjungan wisatawan yang muaranya tentu saja ke peningkatan perekonomian masyarakat, termasuk kalangan pegiat seni dan budaya serta dunia usaha,” tambahnya.

Tokoh Pariwisata Sumbar Zuhrizul Chaniago mengaku surprise dengan apa yang diungkapkan Audy tersebut. Walau lama di rantau, tapi Audy dinilainya tahu dengan potensi dan punya terobosan dalam meng-upgrade potensi itu agar bisa meningkatkan nilai tambah bagi sektor pariwisata, kota dan masyarakat Bukittinggi.

“Hadirnya Museum Nasional di Bukittinggi adalah mimpi besar kami para insan pariwisata. Sebab kami ingin membawa wisatawan ke perjalanan masa lalu disertai fakta-fakta sejarah ranah Minang dalam perjuangan bangsa yang mulai dilupakan banyak orang. Wisatawan ingin tahu lebih detail tentang peran Bukittinggi dan daerah-daerah lainnya di Sumbar seperti Solok Selatan, Agam dan Limapuluh Kota dalam perjalanan bangsa menuju dan mempertahankan kemerdekaan,” jelas Zuhrizul.

Baca Juga:  Wisatawan masih Tahan Diri Buat Liburan

Dicontohkan Zuhrizul, sejarah dengan kisah heroik perjuangan masa lalu seperti amai-amai atau ibu-ibu di Bukittinggi, Agam dan Padangpanjang menyumbangkan perhiasan emas mereka untuk beli pesawat yang diterbangkan Halim Perdana Kesuma, sekarang diabadikan jadi nama bandara, sangat sarat pesan bagi generasi muda dan penguasa.

“Narasi disertai bukti sejarah itu sangat penting diketahui para generasi muda kita, kalangan milenial yang kini sering berselancar di dunia maya. Mereka bisa datang langsung, menggali dan mengabadikan sejarah itu nantinya di Museum Nasional di Bukittinggi. Apalagi Bukittinggi pernah jadi ibukota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, ketika Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda,” tutur Zuhrizul yang sering membawa wisatawan asing ke tanah air.

Gagasan Audy yang akan menghadirkan amphiteatre pertunjukan seni tradisi dengan latar Ngarai Sianok, menurut Zuhrizul juga bisa menjadi paket wajib bagi wisatawan. Mereka bisa menikmati seni tradisi di sore hari sambil menikmati indahnya Ngarai Sianok.

“Kalau di Bali ada Ulu Watu dengan latar laut dan sajian tari kecaknya setiap sore. Nah, di Bukittinggi ada panorama baru dengan view ngarai dan sajian pertunjukan seni anak nagari sambil menikmati kopi Bukikapik,” ucap tokoh pariwisata yang juga salah satu Inisiator lahirnya Geopark Ranah Minang dan banyak melahirkan pegiat wisata di nagari-nagari ini.

Ketua Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) Budiman yang lebih dikenal dengan Mr. Buddy menyampaikan sejumlah gagasan yang disampaikan Audy sangat jelas dan rasional serta tidak bertele-tele.

“Semoga benar-benar terealisasi nantinya dan berdampak bagi sektor pariwisata Sumbar, khususnya Bukittinggi dan daerah di sekitarnya,” ujar Buddy.(rel)