Duo Pengedar Sabu Diringkus

102
ilustrasi. (net)

Satuan Reserse Narkoba Polres Bukittinggi kembali membongkar jaringan pengedar narkoba di wilayah hukum setempat. Kali ini, dua pelaku yang merupakan seorang wanita dan rekan prianya berhasil diringkus.

Kedua pelaku itu adalah wanita 33 tahun berinisial LNS dan RA, pria 28 tahun, warga Jorong Baruah, Nagari Padangtarok, Kecamatan Baso, Agam. Mereka ditangkap secara bergantian pada Selasa (15/9) malam, berikut dengan barang bukti berupa satu paket narkoba jenis sabu.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara menyebut, bisnis barang terlarang yang dijalankan LNS dan RA itu, berhasil diungkap berkat informasi masyarakat. Operasi penangkapan terhadap kedua pelaku dimulai dari tersangka wanita yakni, LNS.

“Barang bukti satu paket sabu yang disita polisi diamankan dari pelaku LNS ini. Sedangkan tersangka pria, RA, ditangkap malam itu juga dan merupakan hasil dari pengembangan kasus LNS,” kata Kapolres didampingi Kasat Resnarkoba, AKP Aleyxi Aubedillah dan Kasubbag Humas AKP, Robin H Sitinjak, Rabu (16/9).

Dijelaskan, LNS digerebek tim opsnal saat akan melakukan transaksi di kawasan Simpang Mancuang, Jorong Baruah, Nagari Padangtarok, sekitar pukul 22.00 WIB. Pelaku saat itu sudah diintai polisi dan ditangkap tanpa perlawanan.

Baca Juga:  Pagelaran Budaya Sadar Bencana Ditabuh di Jam Gadang

Bersamanya diamankan satu paket sabu terbungkus plastik klip bening dilapisi tisu yang sempat dibuang di rerumputan sekitar TKP. Kepada petugas, LNS mengaku, barang terlarang itu didapat dari RA. “Tim opsnal pun langsung bergerak menangkap RA,” paparnya.

Saat ini kedua pelaku telah diamankan di sel tahanan Mapolres Bukittinggi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selain satu paket sabu, polisi juga mengamankan dua unit handphone merk Samsung warna putih dan Vivo warna biru serta dua sepeda motor yakni Yamaha Vega warna merah No Pol BA 2335 VA dan Honda Revo warna hitam BA 5532 LC yang dikendarai masing-masing pelaku.

Atas perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 114 jo pasal 112 jo pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (p)