Jadi Kurir, Pegawai LP Diamankan

14
ilustrasi. (net)

Satuan Reserse Narkoba Polres Bukittinggi menangkap empat pelaku penyalahgunaan narkotika jenis ganja, Jumat (16/4) lalu. Sepuluh paket besar ganja diamankan dari para pelaku yang masing-masingnya seorang pelajar berinisial TR, 17, pegawai LP Kelas IIA Bukittinggi berinisial HS, 31, dan dua warga binaan LP berinisial A, 25 dan RH, 37.

Penangkapan ini bermula dari terciduknya TRM yang dicurigai sebagai kurir perantara ganja ke dalam LP Kelas II A Bukittinggi. Pelajar ini diamankan polisi di rumahnya dengan barang bukti 5 kilogram ganja.

”Saat digiring petugas, ponsel TR ini terus berbunyi dihubungi oleh oknum HS. Barang bukti ganja yang disita dari TR ini rencananya akan dikirim ke oknum HS yang merupakan sipir di LP Biaro,” kata Kasat Resnarkoba Polres Bukittinggi, AKP Aleyxi.

Berbekal informasi dari pelajar TR, akhirnya oknum HS bisa ditangkap di kawasan Biaro. Polisi juga mengamankan 5 paket besar ganja dari tersangka ini. Total barang bukti keseluruhan dari penangkapan TR dan HS mencapai 10 kilogram ganja.

Baca Juga:  BPH Migas: Aspirasi Andre Rosiade Berbuah Kenaikan Kuota BBM Subsidi

”Oknum sipir ini mengaku barang itu merupakan pesanan dua napi yang ada di Lapas yaitu pelaku A dan RH. Keduanya dapat dijemput ke selnya setelah berkoordinasi dengan Kalapas Biaro,” tutup Aleyxi.

Terpisah, Kepala LP Klas II A Bukittinggi, Marten mengaku telah membentuk tim pemeriksa internal untuk menindaklanjuti pelanggaran kepegawaian yang dilakukan bawahannya itu.

”Hasil pemeriksaan tim, oknum tersebut diberhentikan sementara sampai keluar keputusan pengadilan. Jika, nanti keputusan pengadilan menyatakan yang bersangkutan bersalah. Maka, dia akan diberhentikan sebagai PNS,” jelas Marten.

Selain itu, untuk mengantisipasi keberadaan barang terlarang, Kepala LP beserta jajarannya kembali mengelar razia di sel tahanan khususnya Blok A dan Blok C pada Sabtu (17/4) malam.

Petugas berhasil mengamankan 10 unit handphone, 18 buah charger HP, 4 buah handset, 4 buah gunting dan satu buah pemanas air serta 6 buah sendok besi. ”Barang yang ditemukan itu dilarang berada di dalam LP, dan selanjutnya akan dimusnahkan,” tutupnya. (ryp)

Previous articlePantau Pasar Pabukoan, BBPOM tak Temukan Zat Berbahaya
Next articlePT BPRS Gajah Tongga Koto Piliang, Laba Besar, RoA Tercapai 4,52 Kali