Ahli Waris Yasrizal Terima Santunan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan

28
BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pembantu Kabupaten Tanahdatar menyerahkan santunan kematian kepada Nofrita sebesar Rp 42 juta. (Foto: IST)

BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pembantu Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat menyalurkan santunan kematian sebesar Rp 42 juta kepada Fitra Nofrita, 42, ahli waris atau istri dari almarhum Yasrizal, 48, yang meninggal pada Jumat 29 Mei 2020.

“Almarhum terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan pada 18 Mei 2020, kemudian pada 29 Mei 2020 ia dilaporkan meninggal dunia. Maka ia berhak menerima santunan kematian berupa uang tunai sebesar Rp 42 juta,” ungkap Kepala Cabang Pembantu BPJS Ketenagakerjaan Tanahdatar, Muhammad Afdal┬ádi Batusangkar, Kamis (18/6/2020).

Afdal mengatakan BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat program jaminan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, yakni jaminan kecelakaan kerja, kematian, pensiunan, dan hari tua.

Khusus untuk almarhum Yasrizal ia mengikuti dua program dari BPJS Ketenagakerjaan, yakni program jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja dengan iuran yang dibayarkan per bulan paling rendah Rp 9 ribu.

Ia mengatakan untuk penyaluran santunan kematian, BPJS Ketenagakerjaan tidak melihat berapa lama yang bersangkutan terdaftar sebagai peserta. Meski hanya dalam hitungan hari begitu yang bersangkutan meninggal dunia langsung diberikan santunan.

Sementara untuk jaminan kecelakaan kerja BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan yang terjadi pada setiap peserta dengan menanggung biaya pengobatan. Misalnya terjadi kecelakan kerja lalu masuk rumah sakit, maka peserta cukup memperlihatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan ke pihak rumah sakit.

Jika rumah sakit itu tidak bekerja sama dengan pihak BPJS maka peserta terlebih dahulu membayar semua biaya pengobatan dan kemudian mengklaim semua biaya itu ke kantor BPJS Ketenagakerjaan setempat untuk diganti.

“Untuk di Tanahdatar BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan RSUD M. Ali Hanafiah,” jelasnya.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Sumbar-Riau dan Kepri Pepen S. Almas, mengatakan untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan itu adalah pekerja penerima upah dan tidak penerima upah, relawan, simpatisan dan lainnya dengan syarat harus yang sudah memiliki KTP.

Menurutnya, banyak manfaat dan perlindungan yang didapatkan dengan manjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jika peserta mengalami kecelakaan kerja dan meninggal dan punyak anak maka anaknya akan menerima beasiswa dari TK sampai perguruan tinggi.

Sementara, Wakil Bupati Tanahdatar Zuldafri Darma mengatakan almarhum didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan oleh tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 selama ia bertugas.

Ada jaminan ketenagakerjaan dari BPJS untuk membantu ahli waris meringankan bebannya.

“Selain itu dalam keselamatan peserta tidak menunggu waktu lama untuk mendapat jaminan. Sebagai contoh almarhum hanya dalam hitungan minggu sudah bisa mendapat santunan,” katanya.

Ia menegaskan, dalam menjamin keselamatan kerja, Pemkab Tanahdatar juga proaktif dalam menyadarkan masyarakatnya untuk masuk sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sedangkan, ahli waris Fitra Nofrita, 42, mengaku berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan santunan kepada suaminya.

Rencananya uang tersebut, akan digunakan untuk biaya pendidikan dua anaknya. “Uang ini akan saya gunakan untuk biaya pendidikan anak kami. Karena keduanya sudah sama-sama masuk sekolah dasar,” pungkasnya. (*)