Sidang Paripurna Banjir Interupsi

17
PANAS: Suasana sidang Paripurna DPRD Kota Bukittinggi berlangsung panas.(IST)

Sidang Paripurna DPRD Kota Bukittinggi yang berlangsung di gedung dewan setempat, Rabu (18/8) dihujani interupsi sejumlah anggota parlemen. Ada yang meminta pimpinan sidang diganti, ada pula yang meminta persoalan internal partai tidak dibawa ke paripurna.

Adapun agenda pokok sidang paripurna seyogyanya hanya untuk penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Ranperda Penambahan Modal pada BPR Syariah, sekaligus hantaran Wali Kota mengenai Ranperda RKUA-PPAS APBD 2022.

Anggota DPRD Bukittinggi dari Fraksi Gerindra, M Angga Alfarici, berinisiatif memulai interupsi. Menurutnya, sosok Herman Syofian yang memegang palu selaku pimpinan sidang paripurna harus diganti.

Angga menilai selembar surat rekomendasi yang dilayangkan petinggi Partai Gerindra bulan lalu tentang pergantian Ketua DPRD Bukittinggi, sudah cukup untuk menjadi dasar agar Herman Syofian tidak lagi memimpin jalannya sidang itu.

Meski secara kelembagaan DPRD Bukittinggi belum resmi melakukan pergantian jabatan ketua, Angga beralasan pimpinan sidang sepatutnya sudah dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD lainnya.

“Pergantian Ketua DPRD belum dilaksanakan karena memang mekanismenya masih berjalan. Namun sesuai PP Nomor 16 Tahun 2010, alangkah lebih baiknya pimpinan sidang diganti. Ini tidak ada masalah psikologi dan bukan tidak menghargai, tapi ini masalah lembaga, karena akan beresiko besar pada anggota DPRD lainnya, sekretariat, terkait keuangan dan status hukumnya,” jelas Angga.

Setelah saling adu argumen berlangsung antar anggota dewan sesaat, diputuskan sidang paripurna dilanjutkan dibawah pimpinan Herman Sofyan. Namun suasana mereda itu tidak pulang berlangsung lama, setelah Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyelesaikan sambutannya, interupsi kembali diajukan anggota dewan lainnya.

Baca Juga:  Penuhi Hak Anak, Wujudkan Generasi Emas

Anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Dedi Fatria mengatakan keberatannya dengan adanya permasalahan internal partai yang disampaikan dalam kegiatan sidang Paripurna.

“Pada hakikatnya apa yang terjadi saat ini adalah permasalahan internal Partai Gerindra, tidak elok rasanya pressure seperti ini ditumpah ruahkan di DPRD Kota Bukittinggi, lebih bijak diselesaikan terlebih dahulu dan kesepakatannya akan kami teruskan di DPRD,” kata dia.

Sementara itu pimpinan sidang yang masih menjabat Ketua DPRD Bukittinggi saat ini, Herman Sofyan dalam sambutan penutupnya mengatakan akan menindaklanjuti permasalahan yang ada.

“Saat ini, untuk menghormati sidang yang kita lakukan bersama, permasalahan internal partai dan posisi saya di Gerindra akan ditindak lanjuti segera di luar sidang ini,” kata Herman Sofyan.

Diberitakan Padang Ekspres sebelumnya, belum genap dua tahun menjabat, pucuk pimpinan DPRD Kota Bukittinggi bakal digilir. Partai Gerindra sebagai pemenang Pemilu 2019 di Kota Wisata mengajukan pergantian kursi untuk jabatan ketua dewan setempat.

Perwakilan pengurus partai besutan Prabowo Subianto itu mendatangi gedung dewan, Jumat (23/7). Selembar surat rekomendasi dari petinggi partai lalu diserahkan kepada Sekretaris DPRD Bukittinggi. Dengan surat itu, Partai Gerindra menyatakan keinginannya untuk merotasi kursi yang kini diduduki Herman Syofian, dan menggantinya dengan Benny Yusrial. (ryp)