Warga Diizinkan Gelar Resepsi Pernikahan Harus Pakai Protokoler Covid-19

65
Ilustrasi. (Foto: IST)

Pemerintah Kota Bukittinggi kembali mengizinkan masyarakat untuk menggelar resepsi pernikahan di masa new normal ini. Walimah atau baralek itu boleh digelar asal menggunakan protokol pencegahan Covid-19.

Keputusan pembolehan ini, diambil Pemko Bukittinggi dalam pertemuan dengan pelaku seni Forum Komunikasi Entertainment (FKE) kota itu, Jumat (19/6). Selain dihadiri para seniman wedding organizer, penata rias serta pelaku usaha pelaminan dan tenda, audiensi itu juga diikuti oleh Sekda, Asisten III dan Plt Asisten II Setdako Bukittinggi.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyebut, secara bertahap untuk kembali menggerakkan roda perekonomian, giliran wedding party dibolehkan sekarang. Sebelumnya, di masa awal penerapan tatanan normal baru di Bukittinggi, pihaknya telah membuka objek wisata dan masjid.

“Setelah kita pelajari dan lihat situasi terkini, kami putuskan warga dibolehkan lagi menggelar resepsi pernikahan atau baralek. Diizinkan tapi tidak over acting dan tetap harus ikut rambu-rambu,” kata Ramlan.

Meski diizinkan, sambungnya, pemerintah mengingatkan kepada masyarakat supaya tetap menjalankan protokol kesehatan. Semisal, menggunakan masker, jaga jarak dan panitia atau tuan rumah mesti menyediakan fasilitas cuci tangan bagi tamu undangannya.

“Penekanan syarat agar tetap disiplin aturan protokol kesehatan ini, karena wabah korona belum tentu kapan akan berakhir. Jadi kita ingatkan agar warga jangan abai akan hal ini,” tegas Ramlan yang ikut diamini Kabag Humas Pemko Bukittinggi, Yulman.

Pembolehan kembali wedding party itu, sebutnya, diambil dengan pertimbangan era normal baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19 menjadi harapan baru bagi pengusaha industri pernikahan. Industri ini ibarat telah “mati suri” sejak adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Keputusan ini juga diperkuat dengan catatan perkembangan kasus Covid-19 yang tidak lagi mengalami penambahan di Bukittinggi. Terhitung semenjak Mei 2020, kasus Covid-19 di Kota Wisata itu terus melandai. Sehingga sudah saatnya ruang kebebasan masyarakat berusaha dan berakvitas dibuka lagi.

“Sepanjang digelar dengan disiplin protap pencegahan Covid-19, dibolehkan gelar resepsi pernikahan sekarang. Beberapa bulan lalu, memang tidak diperbolehkan sebagai upaya mencegah penyebaran wabah,” papar Wali Kota.

Sebelumnya, beber Ramlan, ada kekhawatiran Orang Tanpa Gejala (OTG) berpotensi jadi carrier penyebaran virus di lokasi kerumunan pesta pernikahan. Terlebih, riwayat perjalanan setiap tamu undangan akan sulit dideteksi, sehingga pihaknya melarang pergelaran resepsi pernikahan tersebut.

“Kita tidak tau ada orang yang sudah terinfeksi covid-19 saat datang di acara pernikahan. Kita khawatirkan OTG yang bisa jadi carrier dan menyebarkan kepada warga lain. Ini yang diantisipasi,” jelasnya.

Ketua FKE Bukittinggi, Jimmy Endris menyambut baik keputusan Pemko Bukittinggi itu. Pembolehan ini tentu menjadi angin segar bagi mereka yang penghasilannya bergerak di bidang entertainment pesta pernikahan seperti tenda, penata rias, orgen dan juga catering.

“Terkait izin dengan catatan ini, FKE akan menjaga kepercayaan pemerintah sesuai saran agar selalu disiplin dengan protokol Covid-19. Terimakasih dari kami kepada wali kota,” katanya.

Selama ini, lanjut Jimmy, pelaku usaha industri pernikahan amat terpukul semenjak mewabahnya virus korona. Resepsi ini sebenarnya mesin uangnya industri pernikahan, karena banyak pihak yang terlibat di situ. “Sudah terlalu lama kami tidak beraktifitas dan membuat kehidupan semakin susah,” katanya.

Senada dengan itu, Os, salah satu pelaku usaha wedding organizer di Bukittinggi, mengaku siap menerapkan protokol yang ketat untuk tamu undangan. Menurutnya, akan lebih aman dan nyaman kalau pemerintah juga menempatkan paling tidak dua tenaga medis mengecek kondisi kesehatan tamu undangan di setiap lokasi resepsi. ”Akan lebih baik lagi kalau ada tenaga kesehatan yang mendampingi saat resepsi digelar,” katanya. (p)