BPJamsostek Kerja Sama Dengan 23 Puskesmas se-Agam

30
BERI JAMINAN: Sebanyak 23 puskesmas di Kabupaten Agam menjadi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) kerja sama antara Dinkes Agam dengan BPJamsostek Selasa (21/6) lalu.(IST)

Bagi pekerja yang ada di Kabupaten Agam kini tidak perlu lagi khawatir untuk memperoleh layanan kesehatan jika mengalami kecelekaan kerja atau menderita penyakit akibat kerja (PAK). Sebanyak 23 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Agam sudah menjadi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK).

Hal itu tertuang dalam perjanjian kerjasama antara Dinas Kesehatan Agam dengan BPJamsostek Cabang Bukittinggi yang ditandatangani kedua belah pihak di Hotel Balcone, Selasa (21/6). Dengan komitmen itu, setiap pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJamsostek bisa langsung ditangani oleh puskesmas tanpa dipungut biaya.

Kepala Dinas Kesehatan Agam, dr Hendri Rusdian dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (22/6) menyebut kerjasama ini bisa membantu segenap pekerja dari berbagai bidang yang tersebar di Kabupaten Agam. Baik itu pekerja sektor formal seperti buruh perusahaan, maupun sektor informal seperti petani, nelayan, maupun pekerja harian lepas.

“Selama ini pekerja yang terdaftar di BPJamsostek dan bekerja jauh dari pusat kota, harus menempuh lokasi yang jauh untuk sampai ke RSUD. Kini, dengan status PLKK, setiap puskesmas yang ada di Agam sudah bisa memberikan pelayanan langsung kepada mereka yang tertimpa musibah kecelakaan kerja atau menderita penyakit akibat kerja,” ujarnya.

Baca Juga:  PLN Gelar Touring Molis, Pemda Bukittinggi Dukung Era Kendaraan Listrik

Dijelaskan Hendri, 12 dari 23 puskesmas yang ada di Kabupten Agam, bahkan sudah memiliki layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang beroperasi selama 24 jam penuh. Hal ini akan semakin memudahkan peserta BPJamsostek untuk mendapatkan pertolongan medis sedini mungkin.

“Tentunya dengan perjanjian kerjasama ini kami juga berkomitmen untuk menyiapkan tenaga SDM agar memberikan pelayanan terbaik. Kami sangat mengapresiasi BPJamsostek yang sudah memberikan kepercayaan besar ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Bukittinggi, Sunjana Achmad menjelaskan bahwa dengan bergabungnya 23 puskesmas se-Kabupaten Agam sebagai PLKK diharapkan bisa mendekatkan layanan kepada masyarakat pekerja.

Keberadaan PLKK itu juga lebih memastikan setiap peserta yang mengalami kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja, untuk mendapat layanan pengobatan yang lebih baik, cepat dan mudah.

“Peserta BPJamsostek yang ditangani di PLKK tidak perlu membayar biaya pengobatan sepeser pun. Nanti pihak PLKK yang akan melakukan klaim ke kantor BPJamsostek,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap, penambahan PLKK ini akan ikut mendorong para pekerja yang belum memiliki perlindungan sosial ketenagakerjaan, untuk segera mendaftar menjadi peserta BPJamsostek.(ryp)