94 TKI Dikarantina di Balai Diklat Baso

Para TKI asal Sumbar yang merantau ke Malaysia, dicegat tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bukittinggi. (IST)

Dua unit bus pariwisata yang ditumpangi para TKI dari Malaysia terpaksa diberhentikan di pintu masuk Bukittinggi di daerah Garegeh, Kamis (23/4) pagi sekira pukul 10.00 WIB. Dua bus itu membawa 94 TKI asal Malaysia yang diduga masuk dari daerah Dumai.

Informasi dari salah seorang sopir, bus-bus itu dicarter dari Dumai untuk mengantarkan para TKI tersebut hingga Terminal Aur Kuning, dan setelah itu para penumpang menyebar ke kampung asal masing-masing. Mendapat informasi itu, Wali Kota bersama unsur Forkopimda Bukittinggi, langsung menuju batas kota, Garegeh. Di lokasi, Wako bersama
forkopimda memberikan arahan untuk masuk ke lokasi karantina di balai diklat kemendagri wilayah I Sumbar, Baso.

Kapolres Bukuttinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso menjelaskan, dua bus berasal dari Dumai, membawa penumpang yang mengaku TKI dari Malaysia. Berangkat dari Dumai kemarin sore dan pagi ini masuk Bukittinggi. “Sampai pintu masuk Bukittinggi, bus kita cegat dan kita interogasi dulu. Kita kaget kenapa di perbatasan provinsi bisa lewat. Untuk itu, kita kawal bus menuju lokasi karantina di Baso,” jelasnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nutmatias mengaku, kecewa dengan pengamanan di daerah sebelumnya. “Kenapa bisa lolos seperti ini. Kita sedang terapkan PSBB, apalagi penumpang berasal dari daerah pandemi. Bahkan informasinya, bus akan berhenti di terminal Aur. Sekarang kedua bus, yang satu berisikan 46 penumpang dan satu lagi 48 penumpang, kita masukkan ke lokasi karantina di Diklat Baso. Kalau kita biarkan seperti ini, bisa jadi risiko tinggi,” tegas Wako. (stg)