Pelaku Curanmor dan Penadah Dibekuk

15
ilustrasi. (net)

Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) beserta seorang penadah berhasil diamankan Tim Jatanras Polres Bukittinggi dan jajaran. Kasus ini terungkap saat salah satu pelaku ditilang karena berkendara tanpa memakai helm.

Informasi dirangkum Padang Ekspres, kasus ini bermula saat dua personel Satlantas melakukan operasi rutin terhadap pelanggar lalu lintas di jalan raya, Minggu (18/4). Petugas ini mendapati seorang pengemudi sedang membonceng temannya dengan sepeda motor matik tanpa pengaman kepala di kawasan Bangkaweh, Kecamatan Banuhampu.

Karena tidak dapat menunjukkan surat-surat, pengemudi dan temannya yang dibonceng ini dibawa ke Mapolres Bukittinggi. Namun, saat berada di kawasan Jambuair, pengemudi motor itu nekat melarikan diri dengan memanfaatkan kemacetan arus lalu lintas.

Mencium adanya kejanggalan, Satlantas kemudian berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal atas temuan itu. Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Allan Budi Kusumah Katinusa lalu memerintahkan jajarannya melakukan pengejaran terhadap pengemudi yang kabur itu.

Pengemudi yang kemudian diketahui berinisial DI, 29, ditangkap di kontrakannya di Nagari Kubangputih. Dia pun mengaku bahwa kendaraan matik yang dikendarainya itu merupakan sepeda motor hasil curian.

”Pelaku DI mengaku telah melakukan pencurian sebanyak 34 unit sepeda motor di berbagai lokasi di wilayah hukum Polres Bukittinggi dan menjual hasil curiannya kepada pelaku berinisial TS,” jelas Kasat.

Baca Juga:  Dinilai tak Adil, Travel Agent Sesalkan Penutupan Objek Wisata

Berbekal informasi itu, tim lalu dikerahkan menciduk pelaku TS, 35 tahun, ke kampung halamannya di Kabupaten Pasaman Barat. ”Dari tangan penadah berinisial TS ini berhasil diamankan barang bukti sebanyak lima unit sepeda motor hasil curian. Tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Bukittinggi untuk penyelidikan dan diproses lebih lanjut,” jelasnya.

Pelaku DI diduga melakukan tindak pidana pencurian dan dikenakan Pasal 363 ayat (1) huruf 5e KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Sementara pelaku TS diduga berperan sebagai penadah sebagaimana melanggar Pasal 481 KUHP, juga dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Adapun seorang pria yang sebelumnya sempat dibonceng oleh pelaku DI dan terjaring razia lalu lintas bisa dibebaskan karena tidak memiliki keterikatan dengan kasus curanmor ini.

Hingga kini polisi masih memburu kawanan pelaku DI beserta sebuah kunci rakitan yang telah ia buang sebagai barang bukti melakukan pencurian sepeda motor. Di lain pihak, jajaran Polsek Banuhampu juga berhasil mengungkap kasus serupa.

Pelaku yang ditangkap diketahui berinisial H, 38. Kebetulan, pelaku ini tinggal satu kontrakan dengan tersangka DI di Nagari Kubangputiah. Barang bukti yang diamankan berupa satu unit sepeda motor. (ryp)

Previous articleAntrean RS Penuh, Suplai Oksigen Kritis
Next articleTurunkan Kekuatan Terbaik di Malaysia