Kampanyekan Kompor Induksi Lewat Lomba Masak, Lebih Ekonomis dan Efisien

59
Salah seorang peserta terlihat unjuk kebolehan pada lomba memasak menggunakan kompor induksi yang dilaksanakan PLN UPK Bukittinggi.

Mengkampanyekan pemakaian kompor induksi, sebanyak 14 tim (1 tim beranggotakan 2 orang, red) yang merupakan pegawai, tenaga alih daya dan koperasi PT PLN (Persero) UPK Bukittinggi, ikuat ambil bagian dalam lomba memasak menggunakan kompor listrik yang dilaksanakan di Auditorium Moh Hatta PLN UPK Bukittinggi pada Kamis (27/1/2022).

Kegiatan dalam rangka HUT PLN UPK Bukittinggi yang ke-38 ini, merupakan salah satu bentuk upaya dari pihak PLN untuk mengajak masyarakat menggunakan kompor listrik. Di mana, penggunaan kompor induksi ini lebih hemat jika dibandingkan dengan kompor elpiji.

“Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT PLN UPK Bukittinggi dan sekaligus mengajak masyarakat untuk segera beralih ke kompor listrik yang lebih hemat dari kompor elpiji,” ujar Manager PT PLN (Persero) UPK Bukittinggi, Syafi’i saat membukan kegiatan lomba memasak menggunakan kompor listrik di Auditorium Moh Hatta PLN UPK Bukittinggi pada Kamis (27/1/2022).

Ditegaskan, selain kompor gas, kini ada tren penggunaan kompor induksi yang diklaim lebih hemat dan efisien. Berbeda dengan kompor gas yang menggunakan nyala api untuk memasak, kompor induksi menggunakan energi listrik sebagai sumber panas sehingga irit gas.

Karena itu, wajar jika kompor induksi sangat direkomendasikan penggunaannya. Karena kompor induksi memiliki sejumlah keunggulan seperti lebih aman, mudah, dan efisien jika dibandingkan dengan kompor konvensional.

Secara proses, kompor induksi menggunakan energi listrik sebagai energi panas dan tidak tidak memancarkan api layaknya kompor gas. Cara kerjanya, ketika alat masak diletakkan di atas kompor, lalu arus listrik bolak-balik dilewatkan dari dalam badan kompor melalui gulungan kawat.

Kemudian, panas yang dihasilkan langsung dialirkan ke alat masak, sehingga ketika bersentuhan dengan anggota tubuh, tidak terasa panas dan relatif aman. Tak hanya itu, kompor induksi juga mudah dibersihkan. Dan dari sisi waktu memasak, diklaim lebih hemat karena kompor induksi memungkinkan penyebaran panas yang lebih merata daripada kompor gas.

Baca Juga:  Menuju MTQ Korpri Sumbar, 18 Kafilah Kota Bukittinggi Siap Unjuk Prestasi

Ini memungkinkan aktivitas memasak lebih cepat sehingga menghemat waktu. Artinya, dengan waktu masak yang lebih cepat, akan membuat kompor listrik lebih hemat dalam penggunaan energi daripada gas. Dari sisi penggunaan, kompor induksi disebut lebih murah dibandingkan dengan kompor LPG.

Dari hasil uji coba PLN menunjukkan, untuk memasak 1 liter air menggunakan kompor induksi 1.200 watt memerlukan biaya sebesar Rp 158. Sementara, dengan kompor elpiji tabung 12 kilogram sekitar Rp 176. Sehingga, dengan pola memasak rata-rata masyarakat di Indonesia menggunakan gas LPG 11,4 kilogram per bulan, ada penghematan Rp 28.500 dari biaya memasak setiap bulan.

PLN juga memberikan harga khusus Untuk pengguna baru kompor induksi, PLN memberikan harga khusus tambah daya hanya sebesar Rp 150.000. Harga khusus tersebut melalui program “Nyaman Kompor Induksi 2021” bagi pelanggan yang membeli kompor induksi melalui partner yang bekerja sama dengan PLN.

PLN juga menawarkan produk layanan Ekstra Daya, yaitu paket layanan listrik untuk rumah baru dengan daya 2200 VA ditambah kompor Induksi lengkap peralatan masak.

Menurut PLN, penggunaan kompor induksi juga memberi dampak positif pada negara. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa rata-rata subsidi impor gas dalam 6 tahun terakhir sekitar Rp 43 triliun per tahun.

“Jadi tunggu apa lagi, segera gunakan kompor induksi yang lebih ekonomis,” timpal bagian komunikasi PT PLN (Persero) UPK Bukittinggi, Kelvin Juniro.

Sesuai rencana, akan ada pemotongan tumpeng pada puncak peringatan HUT PLN UPK Bukittinggi yang akan dilaksanakan di Auditorium Moh Hatta PLN UPK Bukittinggi pada Senin (31/1/2022), sekaligus pengumuman dan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba masak.(zul)