Satu Lagi Pasien PDP Meninggal

Ilustrasi. (sumber: IST)

Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kembali meninggal di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi, Minggu (26/4) sekira pukul 12.45 WIB. Pasien asal Padanglaweh, Sungaipua tersebut dirawat sejak Jumat (24/4) dan dimakamkan sesuai protokol penanganan pasien Covid-19.

Direktur RSAM, dr. Khairul didampingi Humas RSAM, Mursalman Chaniago mengatakan, sejak RSAM menangani pasien covid-19 pada 17 Maret lalu hingga Minggu kemarin, tercatat sebanyak 13 PDP meninggal dari berbagai daerah yang pemulsarannya sesuai penanganan pasien Covid-19.

“Jumlah pasien dirawat sebanyak 68 orang, positif 10, sembuh 6, yang masih dirawat 2 orang, dan isolasi mandiri 2 orang, dan PDP yang dirawat 4 orang, pasien positif yang meninggal nihil,” ujar dr. Khairul minggu malam.

Dua pasien yang dirawat tersebut berasal dari Tarusan, Pesisir Selatan yakni laki-laki berusia 58 tahun. Dan seorang lagi, laki-laki berusia 59 tahun asal Payakumbuh. Sementara itu, kabar gembira datang dari Kota Bukittinggi, berdasarkan data
hingga Sabtu (25/4) kemarin, pasien asal Bukittinggi sudah nihil. Hal itu menyusul keluarnya hasil salah seorang pasien Bukittinggi yang negatif untuk kedua kalinya.

Pasien tersebut merupakan pasien keempat warga Bukittinggi. Sedangkan tiga pasien lainnya sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing sejak beberapa waktu lalu.

Humas RSAM Bukittinggi, Mursalman saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4) membenarkan, bahwa pasien keempat itu juga sebelumnya menjalani isolasi mandiri di rumah dengan penjagaan ketat pihak dokter. Dengan keluarnya hasil swab kedua pasien itu negatif, maka dinyatakan pasien itu sudah sembuh dari Covid-19.

“Alhamdulillah, berkat doa keluarga dan warga Bukittinggi serta perjuangan dan semangat pasien sendiri untuk sembuh berbuah manis. Kini pasien sudah bisa berkumpul bersama keluarganya,” ungkap Mursalman.

Kendati demikian, warga Bukittinggi tetap diimbau untuk tetap waspada serta mematuhi dan menjalankan anjuran dan peraturan dari pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tersebut. Di lain pihak, Pemko Bukittinggi terus melakukan berbagai upaya untuk menangani merebaknya virus Covid 19 di Bukittinggi. Bahkan, sejak diberlakukan PSBB sejak Rabu (22/4), Pemko membuat tiga posko check point di tiga pintu masuk kota dan satu di kawasan Bypass. (stg)