Pemko Bukittinggi Mutasi 54 Kepala SD dan SMP!

93
MUTASI: Wali Kota Bukittinggi Erman Safar menyerahkan SK mutasi kepala sekolah kepada salah satu kepala sekolah di Kota Bukittinggi, Senin (25/7) lalu.(IST)

Sebanyak 54 kepala sekolah di tingkat SD dan SMP se-Kota Bukittinggi dimutasi serentak. Proses penyerahan Surat Keputusan (SK) dilaksanakan di Aula Balaikota Bukittinggi, Senin (25/7) lalu.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangn Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bukittinggi Sustinna, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi, Melfi Abra menjelaskan, penyerahan SK ini diberikan setelah adanya penilaian dan sejumlah pertimbangan dari pimpinan.

“Terdapat 46 orang Kepala SD dan 8 Kepala SMP se-Bukittinggi yang SK-nya kami serahkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekko) Bukittinggi Martias Wanto menyampaikan, masa seorang guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah memiliki batas waktu 16 tahun paling lama. Sehingga saat ini ada yang dimutasi dan rotasi.

“Saat ini banyak kepala sekolah yang pensiun dan belum banyak guru yang memiliki sertifikat untuk kepala sekolah, sehingga butuh dilakukan rotasi. Bagi yang diberikan tanggung jawab ini diharapkan dapat bergerak serentak sesuai dengan arahan Wali Kota Bukittinggi. Salah satunya, muatan lokal yang telah disusun wali kota, harus dilaksanakan di setiap sekolah,” jelasnya.

Terpisah, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar menyampaikan, Pemko Bukittinggi ingin menekankan tentang perubahan arah peradaban. Sudah lama Bukittinggi absen memproduksi generasi unggul. “Kami akan tekankan perubahan peradaban.

Baca Juga:  Capaska Jalani Tantingan di Desa Bahagia

Meskipun sudah ada kurikulum dari pusat. Tapi kami bisa improvisasi untuk lebih mendekatkan diri pada para pelajar. Visi misi kami yang tertuang dalam RPJMD khususnya bidang pendidikan, harus dijalankan oleh para pendidik,” ungkap Erman.

Ia melanjutkan, banyak upaya yang dapat dilakukan, seperti membuat sanggar seni di setiap sekolah, meningkatkan olahraga, membuat kegiatan praktik kebudayaan. Segala kendala dan kekurangan, diminta untuk segera dilaporkan.

“Para generasi muda Bukittinggi harus memahami adat budaya Minangkabau, punya dasar agama yang baik. Dunia pendidikan jangan sampai hanya sebatas kebiasaan masuk pagi pulang siang. Jangan kalah dengan swasta. Banyak masalah sosial yang harus diantisipasi. Jangan sampai anak anak Bukittinggi ini berperilaku menyimpang. SD dan SMP juga harus mengajarkan pelajar untuk hidup bersih,” tegasnya.

Untuk SMP, Kepala SMPN 1 Bukittinggi dijabat oleh Masrinal. Kepala SMPN 2 Bukittinggi Irdasmayetti. Kepala SMPN 3 Bukittinggi dijabat oleh Firman Adhani. Kepala SMPN 4 Bukittinggi dijabat oleh Edi Kosla.

Kepala SMPN 5 Bukittinggi dijabat oleh Syamsimar. Kepala SMPN 6 Bukittinggi dijabat oleh Tuti Karmila Sari Dewi. Kepala SMPN 7 Bukittinggi dijabat oleh Alexandra. Kepala SMPN 8 Bukittinggi dijabat oleh Erwandi. (ryp)