Wagub: Bukittinggi Kota Pertama Minta Pelonggaran PSBB

22
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. (foto: dok.padek)

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengapresiasi langkah Pemko Bukittinggi untuk melakukan pelonggaran setelah PSBB. Apresiasi itu dilontarkannya saat melakukan Kunjungan Kerja ke Bukittinggi dan disambut langsung Wali Kota Bukittinggi, di Ruang Kerja Wali Kota Bukittinggi, pada Rabu (27/5).

“Dari hasil laporan Wali Kota, Bukittinggi berkeinginan keluar dari PSBB dan Provinsi Sumbar akan mempersilahkannya. Ini sesuai dengan rencana Provinsi Sumbar bersiap mengikuti arahan pusat jika menerapkan skenario new normal,” sebut Wagub Nasrul Abit.

Nasrul Abit melanjutkan, Wali Kota Bukittinggi adalah wali kota pertama yang meminta pelonggaran setelah PSBB di Bukittinggi. Permintaan itu dengan pertimbangan kondisi Covid-19 sudah mulai melandai di Bukittinggi.

“Pertimbangan lain, untuk menyelamatkan kondisi ekonomi masyarakat di Bukittinggi agar tidak bertambah hancur dan menghindarkan dampak sosial. Termasuk di dua daerah lainnya yakni, Padangpanjang dan Pesisir Selatan,” ujarnya.

Wagub melihat, Kota Bukittinggi sudah memiliki kajian untuk keluar dari kondisi PSBB, tentu tetap melaksanakan protokol penanganan Covid-19. Jika nanti ada bantuan keamanan dari pusat, dapat dimanfaatkan untuk mengamankan daerah. Karena itu, mulai tanggal 1 Juni Objek Wisata akan dibuka kembali, pasar mulai dibuka, bulan Juli sekolah akan dibuka secara bertahap.

“Setelah ada kajian yang lengkap, provinsi akan mempertimbangkan namun sangat tergantung dari kabupaten dan kota masing-masing. Jika daerah siap, provinsi tidak masalah. Soal penanggulangan dari sisi kesehatan, kita tanggulangi bersama-sama, provinsi tidak akan lepas tangan,” ujar Nasrul Abit.

Sementara Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan, kondisi Bukittinggi terkini telah dilaporkan kepada Gubernur. Laju penyebaran Covid-19 di Bukittinggi sudah bisa dikendalikan. Ramlan tidak ingin hanyut dengan ketakutan dan bertekad mulai memulihkan diri.

Walaupun keluar dari PSBB katanya, namun standar pencegahan Covid-19 tetap dilaksanakan. Kuncinya, masyarakat tetap harus mau dan patuh memakai masker dan yakin keluar masuk rumah dengan sehat sesuai standar kesehatan.

Bukittinggi akan mengadopsi aturan dari menteri kesehatan untuk mempersiapkan pelonggaran setelah PSBB ini. Ada peluang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat kembali beraktifitas. Tentu dengan kajian dan persiapan yang matang. Termasuk membuka kembali sekolah pada bulan Juli, dengan persiapan dan perubahan terkait jam pembelajaran.

“Kita harus berani melangkah. Tidak mungkin kita terpaku dengan kondisi covid-19 tanpa beraktifitas. Dampak sosial yang menuju negatif akan sangat besar nantinya. Bagi yang sakit dan tertular tetap akan kita obati maksimal,” tegas Ramlan.

Karena itu, sambungnya, Pemko Bukittinggi memutuskan untuk mendorong masyarakat beraktifitas kembali dengan membuka pasar, objek wisata, tempat ibadah dan sekolah secara bertahap. Kita persiapkan dengan matang, pasar, objek wisata, masjid dan sekolah akan disiapkan tempat pencuci tangan.

Namun demikian Ramlan tetap menegaskan masyarakat beraktifitas dengan standar protokol penanganan Covid-19. Harus memakai masker keluar rumah, rajin cuci tangan dan kalau tidak terlalu perlu keluar rumah jangan keluar rumah. Tetap protokol kesehatan diutamakan. (p)