Komisioner KPU Motivasi Kader Politik Perempuan!

37
Zulwida Rahmayeni saat menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi bagi perempuan calon legislatif.(IST)

Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi (Perdatin) KPU Kota Bukittinggi Zulwida Rahmayeni saat menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi bagi perempuan calon legislatif.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa (21/6) sampai Kamis (23/6) di Hotel Grand Gallery Bukittinggi. Kegiatan ini digawangi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Bukittinggi.

Dalam materinya Zulwida Rahmayeni mengambil tema mengenai gender dan Pemilu, diantaranya membahas mengenai perbedaan antara jenis kelamindan gender, jaminan hukum terhadap partisipasi politik perempuan dalam pemilu, kearifan budaya lokal dalam pelaksanaan pemilu, serta persentase keterwakilan perempuan di DPRD Bukittinggi saat ini.

Zulwida yang juga merupakan satu-satunya perempuan diantara lima komisioner KPU Kota Bukittinggi ini menjelaskan bahwa UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, mengakomodir minimal 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalon legislatif.

“Namun dari hasil Pemilu Legislatif 2019, keterwakilan perempuan yang berhasil duduk di kursi DPRD hanya 8 persen. Artinya hanya 2 orang perempuan yang duduk di kursi legislatif dari 25 kursi yang tersedia di DPRD Bukittinggi,” jelasnya.

Baca Juga:  Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa Ditabuh

Secara umum, Zulwida berharap agar peserta dapat meningkatkan kapasitas diri jika ingin mencalonkan diri sebagai peserta pemilu pada helat Pemilu 2024 nanti.

“Untuk yang telah menjadi kader partai agar memanfaatkan keanggotaan untuk benar-benar belajar berpolitik, dan selanjutnya jika belum bergabung dalam partai bisa juga nanti mendaftar ke KPU menjadi penyelenggara pemilu di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun petugas KPPS di TPS,” sebutnya.

Zulwida juga menyampaikan jika tidak ingin berpartisipasi aktif diantara ketiga hal tersebut, cukup aktif menjadi pemilih saja itu sudah sangat baik. “Menggunakan hak konstitusional sebagai pemilih dengan datang ke TPS pada hari pemilihan juga merupakan bentuk partisipasi perempuan di bidang politik,” katanya.

Bersama Zulwida, Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi juga menghadirkan narasumber Anggota DPRD Kota Bukittinggi Herman Sofyan dan Tokoh Perempuan Sumatera Barat Bunda Refand.(ryp)