Juli, PBM di Bukittinggi Kembali Dimulai

16
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.

Pemerintah Kota Bukittinggi bakal segera mengembalikan proses belajar dan mengajar (PBM) ke sekolah. Aktifitas belajar di ruang kelas tersebut rencananya akan digulirkan pada Juli 2020 mendatang.

“Setelah tiga bulan menjalani sistem belajar online, siswa akan dikembalikan belajar di sekolah Juli nanti. Di bulan Juni ini guru-guru sibuk mengisi lapor untuk kenaikan kelas. Paling, ada waktu luang 12 hari, jadi diputuskan mulai sekolah pada bulan Juli 2020,” kata Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias didampingi Forkopimda, SKPD kepada wartawan di Hall Balaikota Bukittinggi, Kamis (28/5).

Meski begitu, lanjut Ramlan, belum semua tingkatan pelajar akan diperkenankan belajar di sekolah. Kemudian, mengingat wabah belum berakhir, maka semua siswa dan guru wajib mengikuti test swab untuk keamanan standar gugus tugas penanggulangan virus korona.

Siswa dan murid yang belum dibolehkan masuk sekolah itu adalah siswa Paud, Taman Kanak-kanak (TK), murid kelas I dan II Sekolah Dasar (SD). Artinya yang akan masuk sekolah untuk SD yakni murid kelas 3 ke atas hingga siswa SMP, SMA sederajat. “Sebelum sekolah, seluruh guru wajib di-tes swab sebanyak lebih kurang 2.000 guru,” ujarnya.

Selain itu tambahnya, waktu belajar di sekolah juga akan dibagi menjadi dua shift. Sekolah masuk pagi punya waktu belajar selama 3,5 jam, begitu juga yang masuk shift siang juga 3,5 jam. Tidak ada istirahat dan jumlah siswa dalam lokal juga dibatasi maksimal 14 orang.

“Para orangtua yang mengantar jemput hanya bisa sampai gerbang sekolah. Sedangkan anak murid sebelum masuk lokal harus cuci tangan,” paparnya.

Para guru nantinya juga ditugaskan untuk selalu mengabarkan kepada orangtua murid melalui WA ketika pelajaran telah selesai. Begitu pun sebaliknya, orangtua nanti juga mengabarkan kepada guru di saat anaknya telah sampai di rumah sepulangnya sekolah.

Saat kembali belajar di sekolah nantinya, guru juga mesti memberi pendidikan dan pemahaman ke siswa kenapa mereka diharuskan belajar di rumah sebelumnya, yaitu disebabkan Covid-19. Sekaligus mensosialisasikan dan memberi tahu bagaimana cara menghindari virus corona ini.

“Lebih jelasnya aturan yang akan dilaksanakan dalam belajar mengajar akan diserahkan kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan bersama para kepala sekolah bagaimana baiknya pendidikan ke depan,” jelasnya. (p)