Hadiri Kongres, Dirut Semen Padang: Manajemen dan SPSP akan Berkolaborasi

21

Manajemen PT Semen Padang dan Serikat Pekerja Semen Padang (SPSP) akan terus berkolaborasi dan bersinergi dalam upaya peningkatan nilai perusahaan dan kesejahteraan karyawan, sehingga dibutuhkan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisensi.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Semen Padang Asri Mukhtar pada Kongres VII SPSP di Bukittinggi Senin (28/3/2022) – Rabu (30/3/2022). Pada kongres itu Faisal ditetapkan sebagai Ketua Umum SPSP periode 2022-2025.

“Selamat kepada Faisal sebagai Ketua Umum SPSP terpilih, selamat menjalankan tugas,” kata Asri pada acara yang juga dihadiri Direktur Operasi PT Semen Padang Indrieffouny Indra, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang Dian Fakri.

Orang nomor satu di lingkungan PT Semen Padang itu berharap agar SPSP menjadi mitra kerja dalam memajukan perusahaan. Karena, SPSP mempunyai visi menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi perusahaan.

Manajemen, sebut Asri, juga mengapresiasi kerja keras dan kesungguhan seluruh insan PT Semen Padang dalam pencapaian kinerja. Karena, di balik pencapaian kinerja tersebut, ada berbagai tantangan persaingan di industri semen yang semakin kompetitif yang harus dihadapi.

Baca Juga:  Nama Ustaz Abdul Somad Disebut-sebut Dalam Sidang UU ITE Bukittinggi

“Oleh karena itu, marilah kita bergandengan tangan, merapatkan barisan untuk menghadapi tantangan tersebut. Mari fokus untuk tetap kompak dan bersinergi demi tercapainya tujuan kita bersama, untuk perusahaan maju bertumbuh karyawan sejahtera,” ungkap Asri.

Kepada insan PT Semen Padang, Asri berpesan untuk tetap profesional serta mau belajar terus untuk pengembangan diri. “Jadilah role model, baik di lingkungan kerja dan masyarakat. Karena, rekan-rekan serikat pekerja mencerminkan image perusahaan kita,” katanya.

Asri juga berharap agar SPSP dalam menjalankan tanggung jawabnya kepada perusahaan dengan mengedepankan operational ekselen, safety, menjaga kebersihan lingkungan kerja, dan tetap melakukan efisiensi untuk generasi selanjutnya.

“Jika tidak efisien, maka kita mengambil hak orang lain, karyawan lain, pemegang saham dan masyarakat. Jadikan efisiensi sebagai keunggulan, dan jadikan keborosan sebagai musuh bersama,” ujarnya. (*)