Klaim JHT BPJamsostek Meningkat, Said: Agar Lancar, Lengkapi Dokumen

Pegawai BPJamsostek Bukittinggi siap melayani peserta yang mengajukan JHT. (Foto: IST)

BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Bukittinggi memastikan jajarannya siap melayani peserta yang ingin mengajukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT).

“Demi kelancaran proses pencairan dana tersebut, peserta diminta menyiapkan dokumen persyaratan yang lengkap,” kata Kepala BPJamsostek Bukittinggi, Said Ahmad Fuad, Kamis (30/4/2020).

Menurutnya, pemberlakuan PSBB di Sumbar juga mulai diikuti dengan pembatasan layanan di kantor Cabang Bukittinggi. Kendati begitu, seluruh pelayanan mulai dilakukan secara online.

“Bagi yang ingin mengajukan klaim JHT, tetap dapat menikmati program Lapak Asik. Antrean dapat dilakukan secara online di web BPJamsostek atau di aplikasi BPJSTKU dan pemberkasan dikirmkan via email resmi cabang atau costumer service. Selanjutnya sesi wawancara dilakukan lewat video call,” terangnya.

Fuad juga menyinggung tingginya animo peserta dalam pengajuan klaim JHT. Di kantor BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Bukittinggi mulai menunjukkan tren peningkatan.

Kenaikan jumlah klaim itu terlihat jelas jika dibandingkan tahun 2019 silam. “Selama Januari hingga pertengahan April 2020, jumlah pencairan JHT tercatat sebesar Rp21.145.959.270. Sementara pada periode yang sama tahun 2019 lalu hanya berjumlah Rp20.444.762.840,” jelasnya.

Pandemi virus korona (Covid-19) mengakibatkan aktivitas usaha di Indonesia terhenti. Banyak perusahaan yang terpaksa merumahkan atau bahkan melakukan PHK kepada sebagian besar karyawannya.

Hal ini secara tidak langsung berimbas pada peningkatan jumlah klaim JHT, disebabkan banyak dari mereka yang membutuhkan dana untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, BPJamsostek berkomitmen tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi para peserta, dengan menerapkan protokol Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik).

Protokol ini diinisiasi sebagai upaya mendukung pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona. Selain itu BPJAMSOSTEK juga melakukan peningkatan kapasitas infrastruktur agar protokol Lapak Asik dapat berjalan dengan optimal.

Melalui rilis resmi yang diterima Padang Ekspres, Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto menegaskan bahwa dengan dijalankannya protokol tersebut, kantor cabang BPJamsostek di seluruh Indonesia tetap beroperasi.

“Aktivitas pelayanan kami tetap berjalan seperti biasa, bahkan kami menambah alternatif cara penyampaian dokumen yang dapat dilakukan melalui elektronik selain penyediaan dropbox yang tersedia di seluruh kantor cabang,” jelas Agus.

Peserta yang ingin mengajukan klaim JHT dipersyaratkan melakukan registrasi terlebih dahulu melalui situs antrien atau aplikasi BPJSTKU.

Peserta dapat memilih tanggal dan waktu pengajuan, serta kantor cabang terdekat. Setelah mendapatkan nomor antrian, peserta dapat mendatangi kantor cabang pada waktu dan tanggal yang sudah dipilih, untuk memasukkan seluruh dokumen persyaratan ke dalam dropbox.

Namun jika peserta tidak memungkinkan untuk datang ke kantor cabang, dapat mengirim seluruh scan dokumen tersebut secara elektronik melalui alamat email yang telah ditentukan.

Sejak diperkenalkan pada akhir Maret lalu, telah tercatat 116.973 pengajuan klaim JHT yang dilakukan oleh peserta melalui Lapak Asik.

“Saya mengimbau para peserta lebih teliti mempersiapkan dokumen persyaratan, karena terdapat sekitar 29 persen klaim yang tidak disertai dokumen yang lengkap. Di antaranya Kartu Peserta, KTP, Kartu Keluarga, Surat Keterangan Kerja (verklaring), buku rekening yang aktif, foto diri terbaru, formulir pengajuan JHT yang sudah diisi dan ditandatangan, serta NPWP. Apabila dokumen tersebut tidak lengkap, kami tidak dapat memproses (klaim) lebih lanjut,” jelas Agus.

Selain itu masih banyak peserta yang belum terbiasa dengan konfimasi data melalui whatsapp/video call.

Tercatat dari total 79.481 proses verifikasi, masih terdapat 19 persen peserta yang tidak dapat dihubungi pada proses tersebut.

Hal tersebut cukup menyulitkan petugasnya di lapangan untuk mendapatkan data peserta yang valid. Pada akhirnya berakibat pada proses pembayaran klaim yang tertunda.

“Saya berharap kepada seluruh peserta dapat mengikuti penyesuaian prosedur yang kami lakukan dengan menyertakan dokumen yang lengkap. Dan, bersedia mengikuti proses konfirmasi validitas data bila diperlukan melalui whatsapp/videocall sehingga klaim dapat berjalan dengan lancar dan cepat,” pungkas Agus.(rfa)