Terminal Ditutup, Sopir Bus Masih Membandel

Sejumlah bus terlihat masih beroperasi di Terminal Tipe A Simpangaur atau Terminal Auakuniang. (IST)

Meski Terminal Tipe A Simpangaur (Terminal Auakuniang) ditutup sementara pada pekan lalu, namun masih banyak bus membandel. Pengelola terminal pun kewalahan karena minimnya petugas yang membantu menjaga pintu masuk maupun pintu keluar di terminal tersebut.

Padahal, penutupan sementara Terminal Bus Simpang Aua itu diberlakukan sesuai Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Bahkan dalam penutupan sementara Terminal Bus Auakuniang Bukittinggi, langsung dilakukan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno didampingi Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias sekaligus mensosialisasikan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020, dalam menunjang pelaksanaan PSBB di Sumatera Barat.

Namun demikian, dari pantauan, sejak Senin dan Selasa kemarin, kegiatan terlihat layaknya terminal pada sebelum penutupan. Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menyadari, dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat, penuh dilema karena sangat berdampak sosial dan ekonomi masyarakat.

Para sopir bus tetap nekad masuk terminal bus Auakuniang melalui pintu keluar terminal dengan cara menggeser road barrier yang menghalangi pintu keluar terminal.

Kepala Terminal Bus Simpangaua Bukittinggi, Taufik yang dikonfirmasi mengakui adanya angkutan umum yang masih beroperasi, terutama Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang berasal dari Pasaman, Pariaman, Solok, Agam dan daerah lain yang menerobos masuk terminal.

Pihaknya telah berusaha maksimal untuk membendungnya, tetapi tidak berhasil. “Apalagi kita di terminal bus Auakuniang tidak ada diperbantukan tenaga pengamanan TNI dan Polri, sehingga kita tidak bisa berbuat apa apa,” ujar Taufik.

Ditambahkan, pihaknya juga telah meminta pengertian kepada para agen, tetapi agen dan para sopir itu meminta surat tertulis dari Gubernur tentang penutupan sementara terminal bus Auakuniang. “Untuk hal ini tengah kita carikan solusinya termasuk berkoordinasi dengan pihak Pemprov melalui instansi terkait,” tukasnya. (stg)