153 Petugas Lapangan Rapid Test, Objek Wisata Bukittinggi Kembali Dibuka

26
RAPID TES— Sekitar 150 petugas lapangan objek wisata di Kota Bukittinggi menjalani rapid tes.

Sebanyak 153 pegawai atau petugas lapangan pengelola sektor pariwisata Kota Bukittinggi menjalani rapid test, di Benteng Fort de Kock, Jumat (29/5). Giat ini, salah satu langkah antisipasi dari Pemko setempat, jelang dibukanya objek wisata di Bukittinggi awal Juni mendatang.

“Ini bagian dari persiapan Bukittinggi menuju pola kehidupan new normal. Jadi mereka yang bergerak di bagian pelayanan obyek wisata kita pastikan aman terlebih dahulu sebelum terjun ke lapangan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Bukittinggi, Supadria, kemarin.

Rapid test pegawai dan petugas lapangan Disparpora tersebut, lanjut Kadis, dilakukan sebagai langkah awal jelang dibuka kembali seluruh objek wisata, seperti Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) atau Kebun Binatang, Benteng Fort de Kock, Taman Panorama Lubang Japang dan Taman Pedestrian Jam Gadang yang menjadi objek wisata andalan Kota Bukittinggi.

“Rapid test ini dilakukan untuk memastikan teman-teman yang bertugas aman dari Covid-19. Sehingga saat pengunjung datang mereka dilayani oleh pegawai objek wisata Bukittinggi sudah aman dari paparan Covid-19,” sebutnya.

Pemko sendiri, tambah Supadria, nyaris dipastikan akan membuka seluruh objek wisata pada awal Juni 2020. Tentu, katanya, dalam membuka kembali objek wisata, pihaknya akan mengutamakan protap pencegahan penyebaran Covid-19.

Dijelaskan, pengunjung sebelum masuk objek wisata akan dicek KTP. Bagi dari daerah pandemi, tidak diizinkan masuk. Pengunjung dan petugas lapangan yang beraktivitas di lingkungan wisata harus menggunakan masker dan mencuci tangan.

Selain itu, pengunjung juga dianjurkan untuk menjaga jarak aman satu sama lain, minimal satu meter. Petugas secara mobile akan melarang pengunjung untuk berkerumunan. Jumlah pengunjung pun di dalam objek akan dibatasi.

Kemudian, pihaknya juga telah menyiapkan alat pengukur suhu tubuh dan tempat cuci tangan pada setiap pintu masuk objek wisata. “Jika didapati pengunjung dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius maka tidak diperkenankan masuk ke dalam objek wisata,” tegasnya.

Dalam giat rapid test tersebut, Disparpora sendiri bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Bukittinggi. Dan dihadiri Kabid Destinasi dan Daya Tarik Wisata Siti Mariah dan Kabid TMSBK Ikbal.

Selain melakukan rapid test, tambahnya lagi, dijadwalkan besok (hari ini, red) pihaknya akan memberikan pembekalan seputar protokol pencegahan Covid-19 kepada petugas lapangan dan pelaku usaha di objek wisata. Ini agar tidak ada kecanggungan mereka dalam melayani pengunjung nantinya.

“Intinya, objek wisata Bukittinggi segera dibuka, dengan tetap menjalankan standar pencegahan Covid-19. Sosialisasi tetap dilaksanakan, dengan memasang spanduk di setiap objek wisata,” tutupnya. (p)