New Normal, Harapan Baru Masyarakat Bukittinggi

33
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias. (Foto-Dok.Padek)

Kota Bukittinggi menjadi satu-satunya daerah dari 19 Kabupaten/Kota di Sumbar yang tidak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemerintah Kota Bukittinggi memilih penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal berdampingan dengan Covid-19.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menjelaskan, komitmen Pemko Bukittinggi untuk keluar dari PSBB, diputuskan setelah rapat koordinasi dengan seluruh unsur Forkopimda. Kesepakatan itu diperkuat dengan pertimbangan kondisi Covid-19 sudah mulai melandai di wilayah sekitar.

“Upaya menekan angka penyebaran wabah di Bukittinggi juga terus dilakukan, terutama tracking terhadap warga yang dinyatakan positif Covid-19. Sehingga bagi ODP segera di swab. Alhamdulillah angka penyebarannya terus menurun, pasien yang positif, pada umumnya juga sudah sembuh,” jelas Ramlan.

Pertimbangan lain, sambung Wako, untuk mengurangi tingkat kecemasan warga. Sekaligus memperbaiki kondisi perekonomian dengan memberi kelonggaran ke warga untuk dapat memulai kembali aktifitas mereka.

“Bukittinggi keluar dari PSBB, juga dilakukan agar masyarakat dapat kembali beraktifitas normal dengan kehidupan baru dan dapat kembali menggerakkan perekonomian mereka. Sehingga beberapa pembatasan diberi kelonggaran, agar warga tidak terkungkung dan ketakutan dengan covid-19,” sebut Ramlan.

Menurutnya, lepas dari PSBB menuju kehidupan new normal bukan berarti upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 menjadi longgar. Semua aktifitas akan tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan.

Lalu lintas orang masuk ke Bukittinggi juga akan terus dipantau. Bahkan, Pemko Bukittinggi, akan menerapkan aturan melarang warga yang ber-KTP Padang masuk ke daerah tersebut. Alasannya untuk mencegah penyebaran Covid-19, sebab Kota Padang merupakan daerah pandemi dengan jumlah kasus Covid-19 yang tinggi di Sumbar.

Termasuk jika itu staf dari pemerintahan Bukittinggi, akan diberlakukan larangan seperti itu. Ia tidak ingin masyarakat Bukittinggi menderita sakit karena tertular. Saat ini yang sehat harus dipertahankan dan yang sakit akan diobati.

Kemudian, dijadwalkan mulai bulan Juni akan ada beberapa kelonggaran menyongsong pola hidup normal baru. Seperti, membuka objek wisata, mempersiapkan operasional pasar serta persiapan untuk memulai kembali proses belajar mengajar pada Juli 2020 mendatang.

“Meskipun keluar PSBB, namun upaya pencegahan tetap kita lakukan dan kita sosialisasikan kepada warga. Wajib pakai masker, rajin cuci tangan dan tingkatkan pola hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemprov Sumbar memutuskan untuk melanjutkan PSBB untuk tahap III hingga 7 Juni mendatang. Keputusan itu, diambil oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, setelah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kabupaten/kota di Sumbar melalui sistem daring, Kamis (28/5).

PSBB di Sumbar dilanjutkan karena pertumbuhan atau penyebaran Covid-19 masih berada di angka 1,06. Karena reproduction number kasus Corona masih di atas angka 1, belum memenuhi syarat untuk new normal.

“Jadi Sumbar tetap melanjutkan PSBB. Tapi PSBB kali ini hanya di 16 daerah, kecuali Bukittinggi, Padangpanjang dan Pesisir Selatan. Kota Bukittinggi sudah tidak melanjutkan PSBB karena sudah siap menerapkan skenario new normal. Kita hargai dan Pemprov juga dukung hal tersebut,” ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. (p)