Pembobol Kotak Amal Dibekuk Polisi

88
ilustrasi. (jawapos.com)

Gelap mata tak punya uang, seorang pria pengangguran nekat mencuri kotak amal sebuah mushala di Kota Bukittinggi. Pelaku berinisial JS alias Jon, 45, asal Kenagarian Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Lelaki paruh baya itu terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian Kota Bukittinggi, usai aksinya kepergok warga membobol kotak amal Mushalla Al Ikhlas di wilayah Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS).

Kapolsek Kota Bukittinggi, AKP Deddy Adriansyah membenarkan peristiwa itu. Pelaku pencurian kini sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan. ”Pelaku sudah diamankan. Kita masih selidiki dan mendalami motifnya,” kata Kapolsek didampingi Wakapolsek, Iptu Rosminarti, Kamis (29/10).

Dijelaskannya, insiden pencurian kotak amal tersebut terjadi pada Rabu (28/10), sekitar pukul 10.20. Berawal dari pelaku yang tertangkap tangan oleh garin mushala usai menguras isi kotak amal.

Semula, pelaku disebut hanya menumpang buang air kecil di mushala yang berada di Jalan Pabidikan Panganak itu. Namun tetibanya di mushala, garin bukannya mendengar suara percikan air melainkan suara gaduh dari aksi JS yang mencongkel kotak amal.

Baca Juga:  Ilham Randy, Pengusaha Muda Kandidat Kuat Caketum Hipmi Bukittinggi

Kemudian ,sang garin pun bergegas menghampiri pelaku. Dan, mendapati kotak amal infak mushala sudah kosong didekatnya. Sebelum berhasil kabur membawa hasil curiannya, garin lebih dulu bertindak mengamankan kunci motor pelaku. Lalu, memanggil warga sekitar dan bersama-sama mengamankan JS.

Usai diamankan, massa lantas memeriksa tas bawaan JS. Alhasil, ditemukan uang senilai Rp 2.557.300 yang diduga hasil uang kontak infak yang telah dibobolnya. Atas perangainya itu, pelaku bahkan nyaris jadi bulan-bulanan warga. Beruntung massa tidak larut main hakim sendiri dan kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Bukittinggi.

Dijelaskannya, pelaku merupakan warga yang tak memiliki pekerjaan dan nekat mencuri. Selain itu, juga merupakan residivis penadah HP dan baru saja keluar dari penjara. Ulah perbuatannya, JS akan dikenakan pelanggaran hukum pencurian dengan pemberatan atau Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

”Diimbau kepada pengurus masjid dan mushala untuk segera mengambil uang dalam kotak amal jika sudah terisi, karena jika dibiarkan hal itu bisa memancing orang tak bertanggung jawab untuk mencurinya,” tutupnya. (p)