Perangi Covid-19, Pemkab Tutup Rumah Makan di Jalinsum

Hampir rumah makan dan restoran di Sumbar memilih tutup sementara waktu. Salah satunya RM Lamun Ombak dan sejumlah rumah makan di Jalinsum. Hal itu menindaklanjuti imbauan pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus korona di Sumbar. (Sy Ridwan-Padang Ekspres)

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Dharmasraya akhirnya mengeluarkan surat imbauan penghentian beroperasi sementara rumah makan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Kabupaten Dharmasraya. Imbauan penutupan rumah makan itu bertujuan memutus mata rantai Covid-19 di daerah tersebut. Di sisi lain bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) diminta untuk tidak berhenti di wilayah tersebut.

Surat dengan Nomor 300/80/ Forkopimda/III/2020 tentang Penutupan Sementara Rumah Makan tersebut ditandatangani Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Ketua DPRD Pariyanto, Kapolres AKBP Aditya, Kejari M Haris Hasbullah dan Dandim 0330 SSD Letkol Inf Dwi Putranto. “Penutupan rumah makan di sepanjang Jalinsum tersebut mulai diberlakukan pada 1 hingga 14 April mendatang atau selama 14 hari berturut-turut. Bagi rumah makan yang tidak berada di pinggir jalan lintas agar melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari. Serta menyediakan westafel sebagai sarana tempat cuci tangan,” sebut Sekkab Dharmasraya Adlisman, kemarin (1/4).

Ia juga mengimbau seluruh camat yang ada agar menyampaikan imbauan tersebut ke masyarakat serta ke seluruh wali nagari.
“Penutupan rumah makan tersebut lebih diutamakan kepada rumah-makan besar atau peristirahatan bus, truk dan sejenisnya. Dan kepada rumah makan yang kecil-kecil hal tersebut belum dilakukan. Dengan catatan tetap mematuhi sejumlah aturan tertentu,” tegasnya.

Jika rumah makan melanggar imbauan tersebut, pihaknya juga tidak akan segan menerapkan sanksi di lapangan. Seperti petugas mendatangi dan menutup rumah makan tersebut. “Soal sanksi tentu pasti ada, namun yang terpenting bagaimana tanggung jawab moral pemilik atau pengelola rumah makan terhadap situasi yang ada,” tuturnya.

Hingga Rabu (2/4), masih banyak bus penumpang umum dari berbagai daerah seperti Pulau Jawa melintasi Dharmasraya. Mengingat Dharmasraya merupakan pintu gerbang perbatasan Provinsi Jambi dan Sumbar. “Karena daerah pelintasan, kami berharap kepada angkutan umum yang melintasi Jalinsum di wilayah Dharmasraya agar tidak berhenti untuk beristirahat. Dikhawatirkan penyebaran virus tersebut berawal dari kedatangan orang-orang dari luar Dharmasraya yang tinggal di daerah pendemi Covid-19,” imbaunya.

Kapolsek Pulaupunjung Iptu Syafrinaldi, mengatakan sedikitnya di wilayah Polsek Pulaupunjung, rumah makan berkategori besar menjadi sasaran imbauan forkopimda tersebut, sedikitnya ada sekitar delapan rumah makan yang diminta untuk tidak beroperasi.
“Surat tersebut sudah diserahkan oleh wali nagari kepada pemliik atau pengelola rumah makan guna disosialisasikan. Namun jika masih saja ada membandel, maka kita akan mem-back-up pemerintah untuk mengamankan,” tegas Syarinaldi.

Sementara itu salah seorang pengelola rumah makan tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, dirinya pasrah dan menerima surat imbauan yang dikeluarkan oleh Forkopimda tersebut. “Ibarat makan buah simalakama, tidak ditutup saya juga khawatir dengan penyebaran virus korona. Namun jika di tutup, otomatis saya tidak jualan dan hal itu jelas membuat saya rugi. Namun biar bagaimana pun tentu saya harus patuh dan taat kepada pemerintah, karena apa yang sudah diputuskan tentu sudah melalui kajian matang. Namun dalam hal ini saya berharap ada solusi yang terbaik bagi kami,” pintanya. (ita)