Ratusan Sopir dan Tukang Ojek di Dharmasraya Jalani Rapid Test

LAKUKAN RAPID TEST: Ratusan warga tergabung dalam sopir dan tukang ojek melakukan rapid test di Kabupaten Dharmasraya.

Sebanyak 326 orang  tergabung dalam perkumpulan tukang ojek, sopir travel, sopir pengangkut anak sekolah, serta pengemudi becak motor (Betor) se-Dharmasraya menjalani rapid test, Sabtu (30/5). Dari 326 orang dites, satu orang di antaranya menunjukkan hasil reaktif. Hingga kini total rapid test yang telah dilakukan sebanyak 3.635 orang dengan hasil reaktif 71 orang.

“Rapid test bertujuan untuk mengetahui lebih awal apakah warga terkonfirmasi virus atau penyakit lainnya. Apabila terkonfirmasi reaktif, maka gugus tugas akan segera melakukan swab untuk mendapatkan hasil yang jelas,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Rahmadian.

Ke depan pihaknya juga akan melakukan rapid test ke setiap pasar yang berada di seluruh Dharmasraya beserta untuk ibu hamil. ”Kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka mempersiapkan warga menghadapi era “New Normal”,” tuturnya.

Ia juga mengatakan pihaknya juga sudah melakukan swab di dua titik masing-masing di RSUD Sungaidareh dan Labkesda dengan jumlah sample yang diperiksa sebanyak 54 orang. Sehingga total swab sebanyak 576 orang dan 20 orang di antaranya terkonfirmasi positif, 11 di antaranya dinyatakan sembuh. “Sembilan orang lainnya melaksanakan isolasi mandiri,” ucapnya.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, mengatakan, pemerintah daerah berupaya memberikan rasa aman pada masyarakat. Sehingga tidak ada keraguan terhadap dari pengguna jasa transportasi ojek, travel, betor, maupun mobil sekolah.
”Kegiatan rapid test ini dilakukan secara gratis, tanpa ada pungutan biaya,” pungkasnya.

Sementara itu, lain Hengki, 29, sopir angkutan anak sekolah mengaku tidak memiliki pemasukan sejak pandemi Covid-19 karena sekolah dliburkan sehingga mobil angkutan berhenti beroperasi. (ita)