Tiga Penambang Emas Ilegal di Jorong Kayuaro Tewas

24
OLAH TKP: Kapolsek Sei Rumbai Iptu Suyanto dan anggota terjun ke lokasi melakukan olah TKP, usai kejadian Sabtu (30/7).(IST)

Tiga orang yang sedang melakukan kegiatan penambangan emas ilegal di Jorong Kayuaro, Kenagarian Sungailimau, Kecamatan Asamjujuhan diketahui meninggal dunia Sabtu (30/7) sekitar 12.30 di dalam lubang tempat mereka menambang.

Ketiga korban tewas tersebut merupakan warga Nagari Sungai Alahan Nan Tigo masing-masing Nanang, 35, Asrul, 36 dan Ibnu Abbas, 37.

Kapolsek Sungairumbai AKP Suyanto mengatakan, kronologis peristiwa tersebut berawal saat pemilik lahan atau lubang tambang atas nama Asrul, 62, warga Jorong Sungailimau Nagari Sungailimau, Kecamatan Asamjujuhan Sabtu (30 /7) sekitar pukul 12.30 pergi ke kebun miliknya.

Sampai di kebun, Asrul melihat dua unit sepeda motor berada di lokasi kebun tersebut, tepatnya di lubang tambang yang lama ditinggalkan oleh pelaku lama. Selanjutnya, pemilik lahan mendatangi tempat tersebut dan memanggil-manggil di sekitar lokasi.

Karena sudah beberapa lama dipanggil dan tidak ada jawaban, kemudian ia meminta bantuan kepada warga untuk melihat ke dalam lubang tambang dekat di temukan dua unit sepeda motor tersebut.

Setelah dilihat ke dalam lubang kemudian ditemukan ketiga korban sudah tidak sadarkan diri. Selanjutnya masyarakat bersama anggota Polpos Asamjujuhan melakukan evakuasi untuk  mengeluarkan korban yang ada di dalam lubang tambang.

“Setelah diangkat dari lubang dan dibawa ke Puskesmas Sungai Limau diketahui bahwa ketiga korban sudah meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke rumah masing-masing,” ucap AKP Suyanto.

Ia bersama anggota Unit Tipidter Satreskrim Polres Dharmasraya kemudian langsung melakukan olah TKP di lokasi tersebut. Ia menambahkan, di lokasi  ditemukan lebih kurang 10 lubang tambang yang telah ditinggalkan oleh pelaku terdahulu.

Disamping itu juga ditemukan satu karung warna putih dan satu cangkul. Ada juga satu buah sekop kecil dari viber, satu tabung air minum, satu helai baju kaos putih dan satu pasang sepatu kain warna hitam.

“Pelaku yang melakukan penambangan hanya tiga orang dan ketiganya meninggal dunia,” ujarnya. Dari keterangan pemilik lahan, pelaku sewaktu melakukan kegiatan penambangan tidak memberitahukan atau meminta izin ke pemilik lahan.

Di sisi lain pihak keluarga korban tidak mempermasalahkan tentang kematian korban dan sudah membuat surat pernyataan. Kapolsek tidak mau menduga-duga apakah korban meningal karena gas beracun, karena membutuhkan kajian yang mendalam.

“Yang jelas dari hasil pemeriksaan puskesmas, korban meninggal dunia karena lemas atau kekurangan oksigen. Hal itu di karenakan korban masuk ke lubang tidak memakai safety atau pengamanan. Tapi yang jelas kasus tersebut dalam penyelidikan,” tegasnya. (ita)