Pemnag Dituntut Ciptakan Inovasi, Ini Kata Sutan Riska!

6
INOVASI: Sejumlah ASN Pemkab Dharmasraya tengah melihat hasil produksi Kelompok Serai Wangi Nagari Sungaiduo beberapa waktu lalu.(IST)

Masyarakat Nagari Sungaiduo, Kecamatan Sitiung khususnya yang tergabung dalam Kelompok Serai Wangi, ciptakan inovasi dengan memproduksi hand sanitizer, fresh care, sabun cuci piring dan pakaian dari bahan dasar serai wangi.

Produksi yang berlebel Citro Clean tersebut  merupakan suatu produk UMKM Dharmasraya dan mulai diminati masyarakat. Hal itu diungkapkan Wali Nagari Sungai Duo, Ali Amran. Produksi Citro Clean tersebut berawal saat masyarakatnya tergabung dalam kelompok Serai Wangi tahun 2019 menanam serai di lahan seluas dua setengah hektare.

Dan seluruh serai yang ditanam langsung dikelola oleh para anggota Kelompok Serai Wangi.  Panen perdana dari hasil tanam serai di lahan dua setangah hektare tahun 2020  menghasilkan tahap pertama sebanyak 300 liter minyak. Tiga bulan kemudian kembali Kelompok Serai Wangi memanen serai  dengan hasil sebanyak lebih kurang 300 liter minyak.

”Hasil perdana dari Kelompok Serai Wangi tersebut dibuatkan hand sanitizer dan fresh care, karena pada waktu itu Indonesia dan dunia dilanda pandemi Covid-19. Makanya kelompok Serai Wangi membuat dua produk tersebut. Dan di tahun 2020, Kelompok Serai Wangi kembali membuat rancangan untuk membuat sabun. Alhamdulillah di bulan Mei tahun 2021 terwujud membuat sabun cuci piring dan cuci baju,” ungkapnya.

Menurutnya,  bulan September, November dan Desember tahun 2021 kembali panen sebanyak 350 liter. Di bulan Mei 2021 diurus Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) di Dinas Kesehatan Kabupaten dan mengurus Nomor Induk Berusaha menjelang seluruh izin keluar, hasil produksi hanya disalurkan kepada masyarakat yang memesan saja dan nagari tetangga saja yang memesan dan sudah mengetahui kegunaan dan manfaatnya.

“Pada saat itu, kita belum memproduksi banyak. Hanya sekitar 200 liter per produksi. Hasil produksi tersebut akan diberikan kepada orang-orang yang berkunjung ke Nagari Sungaiduo. Baik itu dari kabupaten tetangga ataupun kabupaten lainnya. Buah tangan yang kita berikan berupa berupa fresh care dan sabun cuci piring. Hal ini diperuntukkan untuk promosi bahwa Nagari Sungai Duo memiliki produk unggulan dari anak nagari,”urainya.

“Lalu, di bulan Juni tahun 2022 datang kunjungan dari Dinas Kesehatan Provinsi, Alhamdulillah pada bulan Juli tahun 2022 produk tersebut keluar PKRT. Alhamdulillah produk ini didukung penuh oleh Bupati, dan kita juga sudah ada permintaan dari Solok Selatan sabun cuci piring sebanyak 150 liter dan 80 liter. Mudah-mudahan produk ini akan disukai dan dipakai oleh seluruh masyarakat Kabupaten Dharmasraya khususnya dan masyarakat Sumatera Barat umumnya,” harapnya.

Ke depannya, Ali Amran akan mengembangkan produk sabun kecantikan dan sabun mandi hotel dan homestay. Sedangkan harga sabun cuci piring dan cuci baju dibandrol dengan harga, botol 470 ml ecerannya Rp 17.000, untuk 5 liter dijual Rp 100.000.

Harga 2 liter Rp 40.000. Harga 780 ml dijual Rp 32.000. Sedangkan untuk refill atau isi ulang yakni, berat 210 ml dengan harga Rp 5.000, berat 400 ml dijual Rp 10,000, berat 800 ml dijual Rp 19.000.

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan bangga atas inovasi Nagari Sungaiduo tersebut. Bupati juga meminta kepada seluruh ASN, masyarakat dan yang lainnya agar menggunakan produk Citro Clean untuk kebutuhan sehari-hari. Baik itu di kantor maupun di rumah masing-masing.

“Mari kita gaungkan tagline bangga buatan Dharmasraya. Hal ini diperuntukkan agar UMKM Dharmasraya makin maju dan berkembang. Dan menjadi produk unggulan daerah,” tegasnya

Selain itu juga, untuk aksi dan informasi lebih lanjut difasilitasi oleh Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Dharmasraya. Hal ini bertujuan untuk pemulihan ekonomi masyarakat terutama Kabupaten Dharmasraya.

“Saya harap ini kiranya dapat memanfaatkan dan memberdayakan penggunaan produk dalam negeri. Dan ini sejalan dengan arahan Presiden RI, Bapak Joko Widodo untuk percepatan penggunaan produk dalam negeri,” ucapnya. (ita)