Pedagang Bandel, Pasar Baru Dharmasraya Bakal Ditutup

Bupati Dharmasraya Sutan Riska bersama Kapolsek berdialog dengan pedagang yang enggan menempati lokasi tersebut. (IST)

Pedagang Pasar Baru Dharmasraya dinilai membandel. Lokasi berjualan yang sudah diplot dengan memakai sistem zig-zag (protap Covid-19) tidak ditempati pedagang.

Gerah dengan ulah pedagang tersebut, Kapolsek Pulaupunjung Iptu Syafrinaldi berkoordinasi dengan Pemkab Dharmasraya berencana akan menutup pasar tersebut.

“Jika pedagang tidak mau diatur dan tetap berjualan di tempat biasa, tidak ada cara lain, kami akan tutup pasar tersebut. Ini salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan semua itu demi kebaikan kita bersama,” tegas Iptu Syafrinaldi di hadapan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan saat mengunjungi Pasar Baru tersebut.

Dalam kunjungan itu, tidak ditemukan aktivitas pedagang di tempat yang sudah disediakan. Lokasi yang sudah disediakan dan diberi garis-garis tidak ditempati pedagang.

Menurut Kapolsek, kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokoler kesehatan masih jauh dari diharapkan. Bahkan masih banyak pedagang dan pembeli tidak memakai masker dan berdesak-desakan saat transaksi jual beli.

Padahal Pemkab Dharmasraya sudah menyediakan lokasi yang cukup representatif bagi pedagang. “Bahkan lokasinya masih satu kawasan dengan tempat pedagang berjualan sebelumnya,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan. Ia mengaku kecewa dengan sikap pedagang yang acuh dan tidak menempati lokasi yang sudah disediakan.

“Kami sudah fasilitasi dengan menyediakan lahan yang sudah diatur sedemikian rupa. Hal itu bertujuan agar pedagang dan pembeli tidak berdasak-desakan. Kita menerapkan sistem social distancing tapi tidak mereka indahkan. Jika mereka tetap tidak mau diatur bukan tidak mungkin pasar akan ditutup,” tegas Sutan Riska.

Bahkan lokasi yang disediakan pihaknya bersih dan nyaman serta dilengkapi payung untuk berjualan. “Kita menyediakan lokasi berdagang dengan sistem zig-zag tersebut dengan harapan bisa memutus mata ranta penyebatan Covid-19 di pasar,” ucapnya.

Saat Bupati bertanya, pedagang berdalih jika lokasi belum ditempati karena pemilik meja, meletakkan meja tersebut di tempat biasa bukan di lokasi yang disediakan tersebut. “Kami menyewa meja tersebut pak, jadi di mana meja di letakan di situlah kami berjualan,” ucapnya.

Sementara kepada Bupati pemilik meja juga berdalih , dan menyebut pedagang yang tidak mau menempati lokasi yang sudah disediakan Pemkab Dharmasraya. “Meja-meja tersebut saya sewakan kepada pedagang dengan harga berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu,” ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Zubrizal, mengatakan, Pemkab Dharmasraya menyediakan lokasi tersebut agar pedagang dan pembeli bisa teratur atau ada jarak saat bertransaksi.

“Padahal lokasi itu bisa menampung sekitar 40 orang pedagang, masing-masing tempat sudah kita buat garis berupa kotak-kotak, sehingga lebih rapi dan bisa jaga jarak. Kita beri lagi fasilitas berupa payung tapi mereka tidak mau pindah,” pungkasnya. (ita)