Sektor Pertanian Kabupaten Dharmasraya Alami Pertumbuhan yang Positif

61

Produktivitas sektor pertanian memang mengungkit pertumbuhan perekonomian masyarakat. Hal ini membuat pertanian dibutuhkan untuk dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Dharmasraya.

“Berbagai terobosan dilakukan oleh Bupati Dharmasraya Sutan Riska dalam pengelolaan anggaran belanja yang dilakukan Kementerian Pertanian sangat signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Anton, Bagian Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya.

Katanya, untuk mendukung tercapainya peningkatan produksi gabah, luas lahan sawah harus ditingkatkan. Tercatat dari tahun 2015 sampai dengan 2020 luas sawah bertambah 6 ribu hektare lebih.

“Maka dengan itu produksi padi otomatis akan meningkat. Bahkan pada tahun 2020 data produksi padi mencapai 68.486,64 ton,” jelasnya.

Disamping itu kata Anton, pengadaan alsintan sangat menunjang untuk peningkatan produktivitas. Dari tahun 2015 sampai dengan 2020 sebanyak 490 unit dan itu sudah didistribusikan ke seluruh kelompok tani. Keuntungan yang telah dirasakan oleh petani dengan adanya mekanisasi pertanian, diantaranya meningkatkan indeks penanaman, meningkatkan produksi, menghemat waktu dan biaya usaha tani.

“Pertanian secara keseluruhan mengalami pertumbuhan secara positif. Hasil riset yang dilakukan Bappenas maupun BPS menunjukkan bahwa pertanian memiliki peran yang vital dalam pembangunan di Indonesia secara keseluruhan,” paparnya.

Baca Juga:  Tiga Pemuda Pemerkosa Pelajar Dibekuk

“Bahkan disaat Menteri PUPR meresmikan jembatan Pulai beberapa waktu yang lalu dijelaskan jika persaingan sehat itu penting dalam rangka melayani masyarakat lebih baik,” katanya.

Menteri juga menjelaskan Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air telah menyelesaikan pembangunan Embung Padang Roco berkapasitas 28.000 m3 dengan biaya Rp 7,4 miliar.

“Manfaat embung ini untuk melayani irigasi seluas 20 hektare lahan pertanian wilayah Jorong Siluluk Nagari Siguntur. Infrastruktur SDA lainnya adalah Embung Sungai Duo berkapasitas 9.000 m3 untuk mengairi lahan pertanian seluas 10 hektare,” ujarnya. (ita)