Pemkab Dharmasraya Bagi Nasi Kotak ke Tukang Ojek dan Petugas Kebersihan

23
Kadis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dharmasraya, Marten Yunus membagikan nasi kotak Kepada tukang ojek dan petugas kebersihan. (Foto: Zulfia Anita-Padang Ekspres)

Meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 di Dharmasraya, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, memberikan bantuan nasi kotak kepada ratusan tukang ojek dan petugas kebersihan.

Bantuan diserahkan Sekkab Dharmasraya, Adlisman, di halaman Kantor Bupati Dharmasraya, Rabu (10/6/20).

“Program ini murni untuk meringankan pengeluaran mereka pada saat bekerja siang hari di lapangan. Patut kita syukuri bersama, dan ini bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu meringankan beban warga yang terdampak Covid-19, melalui program santap siang gratis ini,” ungkap Adlisman.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dharmasraya, Marten Yunus, menjelaskan pelaksanaan program pembangian nasi kotak untuk makan siang gratis tersebut didukung oleh peserta pelatihan memasak Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui BLK Padang, dan BLK Sungaidareh, Kabupaten Dharmasraya.

Insha Allah, pembagian nasi kotak gratis ini akan dilakukan secara merata dan diantarkan langsung oleh petugas, dengan target 1.800 kotak selama 10 hari atau sebanyak 180 kotak hingga 200 kotak per hari,” sebutnya.

Direncanakan pembagian makan siang gratis tersebut akan dilakukan selama satu bulan ke depan, dan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama untuk 10 hari ke depan, selanjutnya dilakukan evaluasi, jika penerima merasa puas dengan masakan tersebut, maka akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

“Secara keseluruhan alokasi dana sekitar Rp 500 juta yang berasal dari dana APBN melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan dana tersebut bisa diperoleh oleh Kabupaten Dharmasraya berdasarkan lobi dari Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan,” papar Marten.

Di samping itu kata Marten, Dharmasraya juga memperoleh tambahan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp30 juta untuk pengadaan membuat masker kembali.

“Kita prediksi alokasi dana tersebut bisa membuat sekitar 15 ribu masker. Masker tersebut kembali akan kita bagi-bagikan kepada masyarakat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona. (ita)