Demo Tolak UU Cipta Kerja, Pariyanto: Sah saja Asal sesuai Mekanisme

35

Ratusan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Dharmasraya, organisasi kepemudaan seperti KNPI dan ormas lainnya, Senin (12/10/2020) mendatangi Kantor DPRD Dharmasraya guna menyampaikan aspirasi.

Di gedung itu massa kemudian berorasi menyampaikan penolakan terhadap UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan DPR RI.

Massa meminta pimpinan DPRD Dharmasraya menandatangani dokumen penolakan UU Cipta Kerja tersebut.

Kedatangan pengunjuk rasa ini disambut oleh pimpinan DPRD Dharmasraya, mahasiswa ini disambut pimpinan DPRD, Pariyanto dan Adi Gunawan beserta Ketua Komisi II, Ade Sudarman berserta anggota DPRD lainnya, Purwanto, Aandri Saputra, Mawarman, Cecep Nurjaman, dan Ardison. Plt Bupati Dharmasraya, Amrizal Dt Rajo Medan juga tampak hadir bersama Kapolres Dharmasraya, AKBP Aditya Galayudha Ferdiansayah.

Perwakilan mahasiswa Rido dan Sigit, menegaskan menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law tersebut. “Kami ingin agar DPRD menandatangani dokumen penolakan yang telah kami buat,” ucap Rido diamini Sigit.

Wakil Ketua DPRD Dharmasraya, Adi Gunawan mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut.

Baca Juga:  Kunker ke Inhu, Pariyanto Dorong Percepatan Jalan Tol Dharmasraya

“Kami menghargai setiap aspirasi yang berkembang di tengah- tengah masyarakat. Permasalahan ini bisa dibicarakan dengan baik- baik dan dengan kepala dingin. Kami akan menyampaikan aspirasi adik- adik mahasiswa kepada pengambil kebijakan tertinggi yakni presiden dan DPR RI,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Ketua DPRD Dharmasraya Pariyanto, aspirasi yang disampaikan mahasiswa ke gedung DPRD Dharmasraya, sah-sah saja dan langkah yang ditempuh tersebut sudah tepat. “Sebagai wakil rakyat, kita wajib menampung aspirasi mereka, tapi tetap harus sesuai dengan meknisme yang ada. Aspirasi mereka tersebut akan kita teruskan kepada Pemerintah Provinsi Sumbar karena kewenangan DPRD Dharmasraya hanya sampai level provinsi,” jelasnya.

Ia mengapresiasi aksi unjuk rasa yang berlangsung damai. “Mereka kita terima dengan cara humanis. Penyampaian aspirasi tersebut tertib dan berlangsung damai,” ujar kader PDI Perjuangan ini. (ita)