Dipicu Pertandingan Sepakbola, Pemuda di Dua Jorong Terlibat Pertikaian

13
Pihak terkait memediasi pertikaian kedua kelompok warga di Kabupaten Dharmasraya. (Foto: IST)

Ratusan pemuda di dua Jorong di Kabupaten Dharmasraya masing-masing pemuda Jorong Simpang Pogang dan pemuda Jorong Pulau, Kamis (13/2/2020) sekitar pukul 20.20 WIB, bertikai, di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Simpang IV lampu merah atau tidak berapa jauh dari jembatan Sungaidareh. Akibatnya beberapa orang pemuda yang berasal dari Jorong Simpang Pogang mengalami luka-luka lebam dan dilarikan ke RSUD Sei Dareh. Pertikaian tersebut berawal dari pertandiingan sepakbola yang digelar Nagari IV Koto Pulaupunjung.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Pulaupunjung Iptu Syafrinaldi. Pertikaian atau perkelahian tersebut berawal dari pertandingan sepakbola yang diadakan Nagari IV Koto Pulaupunjung dalam rangka HUT Nagari pada Senin (11/2) sekitar pukul 17.45 WIB, terjadi keributan. Namun demikian dalam kejadian keributan telah diadakan upaya penyelesaian pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB yang bertempat di Jorong Simpang Pogang (Pasar Lamo) sampai dengan pukul 01.30 WIB, tetapi belum didapat jalan penyelesaian atau kesepakatan.

Selanjutnya, Selasa (12/2) sekitar pukul 10.00 WIB bertempat di Kantor Wali Nagari IV Koto Pulaupunjung di lakukan kembali penyelesaian permasalahan tersebut agar tidak berkembang, dengan dihadiri oleh Wali Nagari, Bhabinsa, Kanit Intelkam Polsek Pulau Punjung, Kepala Jorong Simpang Pogang, Tokoh Pemuda Pulaupunjung dan juga pemuda yang melakukan perkelahian tersebut, dengan hasil penyelesaian pemuda Jorong Pulau Punjung meminta maaf kepada Pemuda Jorong Simpang Pogang dan kedua belah pihak saling memaafkan.

“Namun pada Kamis (13/2) sekitar pukul 18.40,keributan kembali lagi terjadi antara pemuda Jorong Simpang Pogang dan pemuda Jorong Pulau,sehingga mengakibatkan beberapa pemuda Simpang Pogang mengalami luka luka lebam dan dirawat dirumah sakit Sungai Dareh, Dengan adanya kejadian pertikaian tersebut Wali Nagari beserta ninik mamak kedua pihak dan tokoh masyarakat lainnya untuk duduk semeja dengan dimediasi langsung Polsek Pulau Punjung,” beber Syafrinaldi.

Keributan pada Kamis (13/2) sekitar pukul 16.30 WIB tersebut, berawal sebelum pertandingan sepakbola di lapangan Jorong Simpang Pogang dimulai dan berkembang sampai pertandingan usai. Tidak puas dengan pertikaian di lapangan sepakbola tersebut, Kamis (13/2) sekitar pukul 18.40 WIB pemuda Simpang Pogang atas nama Dedi alias Lengkong bersama temannya Dedet, datang menghampiri pemuda Jorong Pulau yang bernama Pipon dan iki Barat di depan rumah Pipon Jorong Pulaupunjung Nagari IV Koto Pulaupunjung.

“Selanjutnya Dedi alias Lengkong menantang Iki Barat, namun Iki Barat tidak membalas namun Iki Barat justru mengatakan untuk tidak cari masalah persoalan yang terjadi bisa diselesaikan secara baik-baik. Namun Dedi alias Lengkong dan Dedet terus menantang sambil mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Saat kejadian tersebut di rumah Pipon ada beberapa tokoh masyarakat yaitu Makdang Baron, Mamak Ari, Diko, Randi. Merasa tidak merasa dihargai oleh Dedi dan Dedet, selanjutnya Pipon dan Iki Barat melakukan pemukulan terhadap Dedi dan Dedet, melihat perkelahian tersebut, pemuda yang ada disekitar ikut melakukan pemukulan terhadap Dedi dan Dedet, sehingga warga menjadi ramai di Simpang Empat lampu merah Pulaupunjung,” jelasnya.

Tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dilakukan perundingan di Mushalla PolsekPulau Punjung, tampak hadir dalam penyelesaian antara lain Camat Pulau Punjung Khairul, Danramil Pulau Punjung Mayor CAJ (K) Tuti Andayani, Kapolsek Pulau Punjung Iptu Syafrinaldi, Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung David Islan, Kanit Reskrim Polsek Pulau Punjung Iptu Rusmardi, Kanit Intelkam Polsek Pulau Punjung Aipda Agi Gunamar,Bhabinkamtibmas IV Koto Pulau Punjung Bripka Donald Radmin, Bhabinsa IV Koto Pulau Punjung Koptu Emon Desismon , Para Ninik Mamak, Tokoh Masyarakat, Ketua Pemuda Kedua Jorong dan lain sebagainya yang berjumlah sekitar 60 orang

“Musyawarah tersebut antara lain menghasilkan para Ninik mamak, tokoh masyarakat, Ttkoh Pemuda, agar bisa sekaligus menjelaskan kepada keponakan agar bisa menahan diri dan membubarkan ponakan atau pemuda yang sudah berkumpul pada titik kumpul yang ada serta sama – sama menahan diri. Sedangkan yang sakit akibat perkelahian dibesoek secara bersama kerumah sakit untuk diobati. Sementara penyelesaian permasalahan atau perjanjian perdamaian di selesaikan kembali kebawah dan akan selesaikan oleh Nagari dan panitia pelaksana yang mana diselesaikan dibawah terlebih dahulu dan meminta waktu beberapa hari kedepan,” papar Syafrinaldi.

Dijelaskan Syafrinaldi, personel Polsek Pulaupunjung dan personel Bintara Bujangan yang dipimpin oleh Pawas SPKT Polres Dharmasraya melaksanakan patroli pada titik kumpul kedua pemuda jorong yang melakukan perkelahian guna mengantisipasi kejadian perkelahian. (ita)