Polres Dharmasraya Razia dan Penertiban Penjual Petasan

Anggota Polres amankan barang bukti.(IST)
Pesonil Gabungan Polres dan Polsek Pulau Punjung Polres Dharmasraya Polda Sumbar merazia petasan/ mercon di  pasar Pulau Punjung Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya Sabtu (15/4).
Personil gabungan Polres dan Polsek turun melaksanakan pengecekan di kios dan pedagang yang diduga menjual Petasan dan kembang api dipasar pulau ini bertujuan menjaga ketentraman kenyamanan bagi warga beribadah di bulan Suci Ramadhan 1444 Hijriah.
Penertiban petasan dan kembang Api ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops, Kompol Eliswantri, SH. M.H didampingi Kasipropam Polres AKP Asrisal Kapolsek Pulau Punjung Iptu Iin Cendri, S.H, KBO Satintelkam Ipda Musria Dinata, Kanit Intelkam dan Kanit Reskrim Polsek Pulau Punjung, Personel Satintelkam  dan Personel Polsek Pulau Punjung Polres Dharmasraya.
Kapolres Dharmasraya AKBP Nurhadiansyah , S.I.K melalui Kabag Ops, Kompol Eliswantri, SH.MH mengatakan, pelaksanaan penertiban tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus mencegah terjadinya korban jiwa seperti yang terjadi di beberapa tempat yang lain.
Kemudian sesuai dengan yang diamanatkan Undang-undang Bunga Api Tahun 1932 LN NO 9 dan PP Tahun 1932 LN 1940 NO 4 dan Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2008 tanggal 29 April 2008 tentang Pengawasan, Pengendalian dan Pengamanan Bahan Peledak. Sehingga pengawasan terhadap petasan/kembang api ini penting untuk dilakukan.
Lebih lanjut, Kompol Eliswantri, juga menjelaskan, penertiban dan razia terhadap penjual Petasan ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas selama Ramadhan.
“Ledakan petasan  tersebut dapat mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam beribadah dan penggunaan yang tidak tepat dapat membahayakan jiwa pengguna dan orang lain,” ujarnya.
Hasil dari razia dan penertiban tersebut, kami berhasil mengamankan puluhan petasan dari berbagai jenis dan telah dilakukan pendataan terhadap empat orang pemilik/penjual petasan dan kembang api diantaranya. Dari penjual berisial F, 51 tahun, tani  warga Nagari IV Koto Pulau Punjung Kecamatan Pulau Punjung. Barang bukti 1 (satu) plastik petasan ukuran 0,8 inch,
Kemudian Dari penjual isinisial  FD, 46 tahun, Wiraswasta warga Nagari IV Koto Pulau Punjung Kec Pulau Punjung dengan Barang Bukti 2 plastik petasan jenis korek api. Lalu Dari YJ 23 tahun , Pelajar/Mahasiswa warga Nagari IV Koto Pulau Punjung Kec Pulau Punjung barang Bukti 2  plastik petasan ukuran 5 inch.
Sedangkan dari penjual Inisial N, 44 tahun, Ibu rumah tangga, warga Nagari IV Koto Pulau Punjung Kec Pulau Punjung juga diamankan 1  buah petasan besar ukuran 1,5 m. Jelas Kabag Ops. Pada kesempatan terpisah Kapolres AKBP Nurhadiansyah mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas di wilayah hukum Polres Dharmasraya.
“Mari bersama menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Dharmasraya selama Ramadhan, dengan tidak menjual petasan dan kembang api yg tidak memiliki ijin edar kepada masyarakat,” ucap Kapolres.
Kapolres juga mengajak warga masyarakat, mari bersama-sama menjaga keluarga kita dan anak anak kita, jangan sampai mereka menjadi korban akibat penggunaan petasan/kembang api yang tidak tepat. Selain itu, petasan juga menimbulkan suara bising, di samping juga membahayakan siapa saja yang terkena petasan itu,” ucapnya. (ita)