Dana Desa Pemkab Dharmasraya Tahap Dua Cair 100 Persen, Cek Info Lengkap!

9
Ilustrasi.(Dok.JawaPos.com)

Pemkab Dharmasraya telah melakukan pencarian dana desa tahap kedua yang mencapai 100 persen Juni lalu. Dana desa tersebut sudah ditransfer ke rekening masing-masing nagari.

Total dana desa tahap dua yang ditransfer ke seluruh nagari mencapai sekitar Rp 11 miliar dari jumlah dana desa Kabupaten Dharmasraya Rp 47,7 miliar pada 2022.

Dengan pencairan itu, Dharmasraya menjadi kabupaten pertama yang telah mencairkan dana desa tahap kedua 100 persen di Sumatera Barat. Begitu juga pada pencairan tahap pertama dimana kabupaten berjuluk Ranah Cati Nan Tigo menjadi daerah pertama yang mencairkan 100 persen.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Dan Masyarakat Desa (PMD) Hasto Kuncoro didampingi Kabid Pemberdayaan Nagari Yuli Andri.

Hal itu sesuai instruksi Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan agar mempercepat penyaluran dana desa untuk menggerakkan roda perekonomian di nagari-nagari. Percepatan penyaluran dana desa akan membantu pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

“Ini komitmen bupati, jangan sampai dana desa tersendat. Dana desa harus segera dicairkan agar dapat dimanfaatkan dan diserap oleh masyarakat. Misalnya, pemanfaatannya untuk BLT dana desa, padat karya tunai, ketahanan pangan, penanganan stunting, dan lain-lain,” ucapnya.

Disebutkannya, pemanfaatan layanan klinik konsultasi pembangunan nagari yang disediakan dinas setempat menjadi salah satu suksesi sehingga menempatkan Dharmasraya sebagai kabupaten tercepat di Sumbar yang mencairkan 100 persen dana desa tahap satu dan dua

“Layanan klinik konsultasi upaya pemkab untuk mendampingi sekaligus pendekatan ke nagari, seperti dalam menyusun APB nagari kita lakukan pengecekan dan verifikasi secara berkelanjutan. Kita buatkan jadwal setiap kecamatan secara bergantian datang ke dinas untuk berkonsultasi. Jadi, begitu awal tahun penyusunan APB nagari ini sudah tuntas, sebab apabila penyusunan ini terlambat akan berdampak terhadap pencarian dana desa,” ungkapnya.

Baca Juga:  Semangat HUT RI ke-77, Paryanto Himbau Warga Kibarkan Sang Merah Putih

Bahkan, terangnya dinas setempat juga melakukan pendampingan penyusunan APB nagari mulai dari musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), itu sudah dikawal untuk memastikan setiap perencanaan harus sesuai ketentuan dan regulasi yang ada.

Dijelaskannya, presentasi dana dasa tersebut digunakan untuk program perlindungan sosial berupa bantuan lansung tunai (BLT) minimal 40 persen, ketahanan pangan 20 persen, mitigasi bencana alam atau non alam (Covid-19) delapan persen, dan 32 persen untuk pembangunan infrastruktur dan mendukung program nasional.

“32 persen boleh infrastruktur dengan ketentuan harus padat karya. Begitu juga dengan program nasional misalnya program penanganan stunting,” bebernya.

Ditambahkanya, nagari dapat mengusulkan pencarian dana desa tahap tiga apabila realisasi kegiatan tahap satu  dan dua sudah mencapai 90 persen. Proses pengajuan sudah dapat dimulai dari sekarang.

“Jadi untuk pencarian tahap tiga akan ada beberapa nagari melakukan di akhir Juli, kita terus dorong dan beri pendampingan kepada nagari yang juga berkomitmen untuk melakukan percepatan pencarian dana desa, itu menjadi komitmen pemerintah Kabupaten Dharmasraya,” ucapnya. (ita )