Pariyanto Sebut Jembatan Pulai Urat Nadi Perekonomian Daerah

Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto didampingi Anggota Komisi II, Sutan Alif meninjau pembangunan Jembatan Pulai. (IST)

Guna memantau sejauh mana progres pembangunan Jembatan Pulai, di Kecamatan Sitiung, Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto didampingi anggota komisi II Sutan Alif langsung blusukan. Kegiatan blusukan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Pariyanto di sela-sela kesibukannya sebagai legislator.

Pemantauan secara rutin tehadap progres pembangunan Jembatan Pulai perlu dilakukan agar transportasi menuju seberang Batanghari masing-masing antara Kecamatan Timpeh dan Kecamatan Padang Laweh bisa lebih lancar ketimbang sebelumnya.

Sebab jalur itu merupakan urat nadi perekonomian daerah. Dengan pembangunan Jembatan Pulai, arus ekonomi di kawasan itu diharapkan menjadi lebih baik.

Menurut Pariyanto, dengan selesainya pembangunan Jembatan Pulai yang membelah aliran Sungai Batang Hari tersebut yang notebene merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, sehingga arus transportasi masyarakat bisa lancar.

Warga bisa melintasi jembatan denggan aman dan nyama karena jembatan sudah refresentatif dan permanen. “Yang tidak kalah pentingnya atas nama DPRD kita mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang berhasil menggaet dana pusat untuk pembangunan jembatan tersebut senilai Rp 65 miliar. Jembatan permanen yang biayanya diperoleh dari Pemerintah Pusat,” jelas kader PDIP ini.

Baca Juga:  Zulfikar: Sudah Ada RSUD Sungai Dareh, jadi Tak Perlu ke Padang lagi

Pariyanto menyebut, pembangunan jembatan itu bisa terealisasi dikarenakan Bupati Sutan Riska memiliki kedekatan emosional dengan pihak istana negara. Presiden RI Joko Widodo langsung setuju saat itu, tatkala Bupati Sutan Riska meminta bantuan anggaran untuk membangun Jembatan Pulai yang baru. Hal itu dikarenakan Jembatan Pulai yang lama sudah dalam kondisi yang mengkhawatirkan karena sudah berusia lebih dari 40 tahun.

“Dan tentu saja kita wajib lakukan pengawasan sejauh mana progres yang sudah terealisasi, sekaligus memantau langsung kondisi pembangunan yang sedang berjalan,” pungkas Pariyanto. (*/bis)