Abdel Haq: Kehadiran Masjid Agung Harus jadi Kebanggaan Dharmasraya

300
Kondisi Masjid Agung yang dalam proses pengerjaan. (IST)

Pembangunan Masjid Agung Islamic Center di Kabupaten Dharmasraya ternyata menuai polemik di tengah masyarakat. Atap masjid dianggap mirip gereja. Hal ini dibantah oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Dharmasraya Abdel Haq.

Seharusnya kata Abdel, hal ini tidak terjadi. Mestinya, masyarakat Dharmasraya berbangga dengan kehadiran masjid ini. Sebab pembangunan masjid ini, sudah melalui desain yang matang dari orang-orang yang berkompeten.

“Tidak ada alasan bagi masyarakat yang mengatakan bahwa pembangunan masjid Agung itu seperti gereja. Karena dulu juga pernah terjadi, Masjid Raya Sumbar dibilang seperti gereja. Tapi hasilnya kan tidak. Karena saat ini belum terlihat bentuk penuh pembangunannya. Oleh karena itu sangat disayangkan adanya penilaian atap masjid seperti gereja. Harusnya masyarakat bangga dan mendukung penuh akan pembangunan ini. Saya berharap agar masyarakat dapat memandang positif setiap pembangunan yang dilakukan Pemkab Dharmasraya,” tegas Abdel Haq pada Senin (15/09/2020).

Ke depan katanya, kehadiran Masjid Agung ini akan menjadi ikon bagi Kabupaten Dharmasraya. Masjid ini nanti akan disinggahi oleh banyak orang yang lewat.

Masjid ini katanya lagi, akan menjadi pusat penyiaran Islam.
“Keberadaan Masjid Agung tersebut memiliki dampak positif bagi masyarakat Dharmasraya. Serta memiliki filosofi Minangkabau, tau jo nan ampek.
Saya sangat mendukung sekali akan adanya pembangunan Masjid Agung, karena merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Selain itu, masjid itu juga akan menjadi sebuah ikon kabupaten karena memang pembangunannya memiliki filosofi tersendiri. Jadi masyarakat yang melewati Dharmasraya akan melihat kemegahan dan keindahan Masjid Agung,” paparnya.

Baca Juga:  Pengurus Bhayangkari Dharmasraya Panen Sayur

Apalagi lokasi pembangunan Masjid Agung Dharmasraya berada di Jalur lintas sumatera, pintu masuk dari berbagai provinsi Jambi dan luar pulau sumatera. Ini suatu kemajuan bagi Kabupaten Dharmasraya karena memiliki sebuah masjid yang akan menjadi ikon nya Kabupaten Dharmasraya,” tegasnya lagi.

Masjid ini juga, ungkapnya dapat menjadi tempat pembinaan keagamaan untuk ASN di Kabupaten Dharmasraya. Untuk mencapai tujuan dan keinginan tersebut Kemenag harus memiliki sarana serta prasarana melakukan dan mewujudkan pembinaan tersebut.

“Jadi saya mengharapkan dengan adanya masjid ini dapat mewujudkan harapan kami. Karena di kabupaten lain saya lihat, seluruh ASN dikumpulkan di suatu lokasi untuk mengikuti semua kegiatan keagamaan. Bahkan, absen mereka dilakukan di masjid tersebut. Kegiatan di masjid bisa dilakukan secara bergilir. Jika Jumat ini dilakukan wirid maka Jumat besoknya bisa dilakukan kegiatan keolahragaan. Atau yang disebut Jumat barakah. Yang terpenting akan terjadinya kegiatan keagamaan serta pembinaan seluruh ASN se-Dharmasraya di masjid kebanggaan kita nantinya,” harapnya. (ita)