Desain Masjid Agung Dikerjakan Ahli dan Libatkan Banyak Pihak

Ketua MUI Kabupaten Dharmasraya Aminullah Salam, menyayangkan adanya isu SARA yang berhembus menjelang Pilkada Dharmasraya 9 Desember mendatang. Isu itu yakni soal adanya anggapan bentuk Masjid Agung yang saat ini tengah proses pembangunan seperti bentuk gereja.

“Mari kita jadikan Pilkada Dharmasraya ke depan Pilkada yang damai dan penuh kerukunan dan tidak membawa isu SARA yang akan mengakibatkan perpecahan,” tegasnya, Selasa (15/09/2020).

Kata Pimpinan Ponpes Darussalam ini, untuk pembangunan Masjid Agung itu melibatkan banyak orang, ada profesor, doktor, dan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan instansi terkait seperti Kementerian Agama.

“Jadi tak ada sedikit pun desain pembangunan yang menyimpang, apalagi ada isu bangunan masjid seperti gereja. Kalau atap di atas itu, bentuk orang sujud. Kalau diambil foto dari atas, persis orang sujud,” bebernya.

Kata Aminullah kehadiran Masjid Agung nanti akan menjadi ikon Dharmasraya dan menjadi simbol dakwah syiar Islam dari Bumi Cati Nan Tigo Kabupaten Dharmasraya.

“Tidak hanya syiar Islam yang hidup. Masjid Agung yang juga akan dijadikan Islamic Center. Tapi juga pusat ekonomi masyarakat disekeliling masjid tersebut. Kita berharap Masjid Agung ini nanti multi manfaat, tak hanya persoalan agama tetapi juga untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat,” ulasnya.

Baca Juga:  Zulfikar: Sudah Ada RSUD Sungai Dareh, jadi Tak Perlu ke Padang lagi

Sementara itu, Ketua Muhammadiyah Kabupaten Dharmasraya, Mualim sangat menyayangkan adanya isu seperti itu. Mestinya masyarakat bangga punya Masjid Agung.

Ia mengaku, Muhammadiyah dilibatkan sejak proses perencanaan pembangunan Masjid Agung termasuk soal desain masjid. “Itu adalah masjid bukan gereja. Salah orang yang mengatakan kalo itu mirip gereja. Saya diundang saat perencanaan pembangunan waktu itu di Hotel Basko. Semua unsur diundang saat rapat tersebut. Saya melihat secara langsung desain Masjid Agung, dan memang itu masjid bukan gereja. Ada arti dari setiap pembangunan yang akan dibuat,” tegasnya.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak menanggapi isu tersebut. “Jangan sampai terprovokasi,” ingatnya. (ita)