Sutan Riska: Tahun Depan Pembangunan di Koto Besar Diprioritaskan

82
Pertemuan Sutan Riska Tuanku Kerajaan dengan masyarakat Jorong Cendana, Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmaraya. (IST)

Masyarakat Jorong Cendana, Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya berharap agar jalan sepanjang 2 km dari simpang 4 sampai perbatasan Binamarga (Jambi) diaspal.

Harapan ini disampaikan tokoh masyarakat setempat, Jarot Raharjo saat bersilaturahmi dengan calon bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, di rumah sesepuh Mbah Djapan jorong Cendana Nagari Koto Ranah, Rabu (14/10/2020).

Jarot juga menyatakan dukungannya kepada Sutan Riska. Sutan Riska katanya, selama ini sudah banyak berbuat untuk kemajuan Dharmasraya. “Tidak ada lagi alasan kita untuk tidak memilih Sutan Riska. Karena kita sudah melihat bukti pembangunan yang dilakukan Sutan Riska,” ungkap Raharjo.

Hal serupa disampaikan Mbah Djapan. Ia mengingatkan agar masyarakat sekitar memilih pemimpin yang sudah terbukti kinerjanya dan jangan mau diimingi uang untuk memilih pemimpin. “Kita harus memikirkan anak, cucu dan cicit kita ke depan. Dan sampaikan sejarah ke mereka bahwa kita semua sudah menjadi warga BA (Minang), hari ini kita sudah merasakan itu semua,” tegasnya.

Menanggapi itu, Sutan Riska menyampaikan terima kasih kepada masyarkat Jorong Cendana yang telah mendukungnya. “Insya Allah tahun depan Koto Besar akan menjadi prioritas, karena kecamatan lain sudah dilakukan pembangunannya terlebih dahulu,” terangnya.

Baca Juga:  Avanza Vs Vario, Pengendara Motor Tewas

Sutan Riska mengakui, Dharmasraya merupakan salah satu daerah yang sangat diperhatikan Pemerintah Pusat. Dengan datangnya Presiden Jokowi dan 9 menteri ke Dharmasraya bukti Pemerintah punya perhatian lebih untuk Dharmasraya.

“Kita sudah melihat buktinya, pembangunan Jembatan Pulai, pembangunan kelanjutan Sungai Dareh, pembangunan rusunawa Pulau Punjung dan Sungai Rumbai, pusat sentra IKM logam yang satu-satunya di Sumatera, pembangunan Masjid Agung Islamic Centre, replanting sawit sebesar Rp 200 miliar untuk 8.000 hektare lahan,” paparnya. (ita)