Dilalui Tiga Provinsi, RSUD Sungai Dareh Berada di Tempat Strategis

112
Pemotongan pita tanda diresmikannya operasional gedung baru RSUD Sungai Dareh. (IST)

Direktur RSUD Sungai Dareh, Chusnul Chotimah Subekti mengungkapkan rasa bahagianya karena Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah mampu mewujudkan mimpi masyarakatnya memiliki gedung baru rumah sakit yang representatif.

Ia mengatakan, keberadaan RSUD Sungai Dareh berada di tiga jalur yang strategis, yakni dari Provinsi Jambi, Provinsi Riau dan Sumatera Barat. Ini merupakan jalur yang strategis atau bisa dikatakan sebagai jalur segitiga emas. Dan posisi Gedung RSUD Sungai Dareh ini berada di tengah jalur Pulau Sumatera.

“Kita sangat bangga dengan lokasi RSUD Sungai Dareh ini, karena dilalui tiga provinsi dan berada di tengah-tengah Jalan Lintas Sumatera,” paparnya usai peresmian RSUD Sungai Dareh, Kamis (17/09/2020).

Ia berharap, keberadaan RSUD Sungai Dareh ini dapat membantu masyarakat yang sedang sakit atau pasien yang dirujuk ke Padang. Karena jarak yang harus ditempuh oleh pasien yang harus dirujuk ke Padang yaitu membutuhkan waktu sekitar lima jam. Sehingga pasien yang benar-benar membutuhkan pelayanan dan tindakan harus lama sampai ke Padang.

Untuk itu, diharapkan dengan adanya gedung baru ini dapat membantu pasien yang dirujuk. Sehingga tidak perlu pasien itu ke Padang lagi. Cukup di RSUD Sungai Dareh saja diberikan tindakan dan pelayanannya. “Kami berharap di sini akan menjadi rumah sakit yang akan dibutuhkan oleh pasien,” jelasnya.

Baca Juga:  Pengurus Bhayangkari Dharmasraya Panen Sayur

Disebutkan, RSUD Sungai Dareh memiliki 4 jenis pelayanan yakni pelayanan IGD, pelayanan instalansi rawat jalan, pelayanan instalansi rawat inap pelayanan penunjang. Bahkan pasien yang akan membutuhkan untuk pelayanan ronsen maka pasien rawat jalan tersebut akan diantarkan dengan mobil rumah sakit ke gedung yang lama, dan akan diantarkan kembali setelah dironsen ke gedung yang baru untuk dilanjutkan pelayanannya.

“Kami mohon dukungannya dari seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung kami dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Dan kami berharap juga semoga rumah sakit ini menjadi lebih baik lagi ke depannya, dengan memberikan pelayanan yang dibutuhkan pasein,” pungkasnya.

Kata Direktur lagi, terhitung sejak 15 September 2020 yang lalu, RSUD Sungai Dareh secara resmi menutup pelayanan poliklinik di gedung lama RSUD Sungai Dareh. “Pada tahun ini, sejak 15 September yang lalu, secara bertahap kita memindahkan pelayanan poliklinik dan manajemen yang merupakan satu kesatuan dengan unit lainnya,” ungkapnya.

RSUD Sungai Dareh memiliki 540 karyawan, yang terdiri dari 22 orang dokter spesialis 22 definitif, dan 3 orang dokter spesialis intersip, dengan rata-rata kunjungan poliklinik per harinya mencapai 200 orang. (ita)